Kabid Humas PMJ : 3 DPO Terkait Kasus Match Fixing Terus Dikejar

Iklan Semua Halaman

.

Kabid Humas PMJ : 3 DPO Terkait Kasus Match Fixing Terus Dikejar

Sku Metropolitan
Minggu, 01 Desember 2019




BEKASI, METRO – Satgas Polri  Anti Mafia Bola (AMB) hingga hari ini masih melakukan pengejaran terhadap Daftar Pencarian Orang (DPO)  yang di duga terlibat dalam kasus suap mach Fixing terkait  pengaturan Skor pertandingan sepak bola liga 3 dalam laga perses (sumedang) Vs Persikasi (Bekasi).

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Humas Polda Metro Jaya  Kombes Pol Yusri Yunus Kepada awak Media saat dikomfirmasi melalui Celluler, Jumat ( 29/11).

“Saat ini fokus penyidik masih terkait pengejaran terhadap tiga nama yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kabid Humas ,meminta kepada masyarakat yang melihat orang tersebut untuk segera melaporkan kepada kepolisian dan menghibau kepada orang yang masuk dalam dafatar DPO agar segera meyerahkan diri.

Saat ini ditanya bakal adakah tersangka baru, Kabid Humas mengatakan, penyidik masih tetap melakukan pendalam terhadap para tersangka yang telah di tahan. 

Kamis kemaren (28/11),di Dilobi Ditreskrimum Polda Metrojaya  saat melakukan jumpa Pres Kepala Satgas Polri Anti Mafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo saat konferensi pers di Polda Metro Jaya kemarin (28/11). mengungkap dan menangkap 6 (Enam)  dugaan tindak pidana suap atau Mach Fixing terkait  pengaturan score pertandingan sepak bola liga 3 dalam laga perses (sumedang) Vs Persikasi (Bekasi).

Para tersangka yang ditangkap berinisial DSP (wasit utama), BTR (manajemen Persikasi Bekasi),HR (manajemen Persikasi Bekasi), MR (perentara), SHB (manajer Persikasi Bekasi), dan DS (komisi penugasan wasit Asprov PSSI Jawa Barat). Keenamnya, telah ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Dari para tersangka, Satgas menyita barang bukti berupa telepon genggam, buku tabungan, dan ATM. Total diduga ada uang sekitar Rp12-14 juta berputar dalam pertandingan Liga 3 Series Jawa Barat tersebut.

"Masih ada Tiga orang masuk dalam daftar Pencaraian Orang (DPO) itu, saudara KH pengurus Persikasi merupakan perantar , saudara HN, anggota exco PSSI Jawa Barat dan NS ," ungkap Hendro. 

Dikatakan Hendro, modusnya ada penawaran, suap, pemberian uang, dan terjadi pengaturan skor dengan harapan ketika Persikasi Bekasi menang, maka dapat naik kasta ke Liga II.

Keenam tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara. (Martinus).

Baca Berita :
Asprov Jawa Barat Menyesalkan Tindakan Macth Fixing Managemen Persikasi Bekasi