Kinerja Ketua RW 02 Dikeluhkan Warga Terancam Dilapor

Iklan Semua Halaman

.

Kinerja Ketua RW 02 Dikeluhkan Warga Terancam Dilapor

Kamis, 12 Desember 2019


JAKARTA,METRO - Kinerja buruk Ketua RW. 02 Kelurahan Marunda Kec. Cilincing, Jakarta Utara, Irmansyah M. Yamin alias Iing menjadi sorotan publik. 

Pasalnya, keluhan sebagian masyarakat RW 02 tersebut,  disinyalir sangat sulit untuk ditemui, sehingga membuat sejumlah warganya menjadi sangat resah dan mengadukannya ke Kelurahan Marunda mempertanyakan keberadaan Ketua RW 02 tersebut. 

Dari sejumlah warga Kelurahan Marunda yang  datang untuk mengadu dengan keluhan tidak pernah mendapat pelayanan yang baik dari Ketua RW O2 tersebut diantaranya, Tong Asmat, Muh. Yasin, Dulserin, Muhani, Julkarnain, Ridemeh, H.Matroji, Udin Yahya dan Suryadi. 

Menurut salah seorang warga bernama Muhani menyebutkan kepada Metropolitan, saya telah bolak balik ke rumah Ketua RW 02, Irmansyah malah menunggu seharian hingga larut malam dirumahnya, untuk mempertanyakan keberadaan tanah saya, yang sudah lama dipercayakan kepengurusan tanah saya namun hingga kini tetap tidak berhasil," ujar Muhani kesal. 

Sementara M. Sianturi mengatakan, ia telah membeli tanah bersama H. Saragih di wilayah RT. 001, RW. 02. Kp. Bambu Kuning, Kel Marunda, Kec. Cilincing Jakarta Utara, dengan Akte Pelepesan Hak (APH) No 17 tanggal 13/5-2019 diperoleh dari tanah Girik C 208 persil 28 S III dan APH No. 18 tanggal 13/5-2019 dari Girik C 699 persil 25 S III, untuk mengurus segala surat tanah tersebut dipercayakan kepada Ketua RW. 02, Irmansyah namun hingga kini belum jelas, malah tanda tangan Plt. Lurah Jogi diduga dipalsukan dan surat itu juga tanpa stempel dari Kelurahan. 

Padahal saya telah nemberikan uang  sekitar Rp. 365 juta untuk pengurusan surat-surat tanah tersebut, mulai dari tanggal pembelian hingga saat ini belum juga selesai dan yang ditunjukkannya hanya surat foto copy saja, namun ketika diminta asliya tidak mau memberikan,umpat Sianturi.

Sementara, H. Matroji orang kepercayaan M. Sianturi yang selalu berhubungan dengan RW 02 Irmansyah mengenai surat tanah dan uang tersebut, juga merasa berang atas sikap ketua RW 02 yang tidak konsisten dengan janji-janjinya. 

Saya selalu berhati-hati dalam setiap urusan. Apa yang dikatakan oleh pak Sianturi, itu yang saya sampaikan kepada Ketua RW 02 dan juga sebaliknya. 

Disebutkan, surat yang ditanda tangani oleh Plt Lurah yang diduga palsu itu saya terima dari tangan Ketua RW 02 Irmansyah dirumahnya dan disaksikan orang Ketua RW bernama Hakim, juga mengenai fee dari pemilik tanah, telah diberikan sebesar Rp. 30.000,- per meter. Kurang enak apa lagi, malah Ketua RW 02 Irmansyah  membuat surat lagi kepada pak M. Sianturi dan Ibu H. Saragih yang pada intinya isi suratnya minta fee. Kalau fee itu tidak diberikan, maka tanah yang sudah di beli itu tidak boleh dikuasai, sebut H. Matroji  geram menirukan ucapan Ketua RW tersebut.

Ditempat terpisah, Ketua RW 02 Irmansyah melalui kuasanya, Jhon Kairupan menyebut, tidak terima atas pemberitaan Sku Metropolitan karena menurutnya tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. 

"Bagaimana mungkin berkas surat sudah ditanda tangan lurah, sementara berkas aslinya saja masih ada disini," kata John sembari menunjukkan surat-surat tersebut. 

Ketika hal tersebut di kronpontir kembali kepada M Sianturi, dia mengatakan, bahwa surat yang ditunjukkan kepada Metropolitan itu adalah surat yang ketiga, sementara surat yang kedua sudah ditanda tangani oleh para saksi, Ketua RT, Ketua RW dan juga Plt Lurah Marunda namun belum ada stempel kelurahan dan yang diberikan hanya foto copy saja, dimana aslinya?, seraya menegaskan, agar Ketua Irmansyah segera menyerahkan surat-surat aslinya. Saya akan melaporkan kalau urusan ini tidak segera diselesaikan, tegas Sianturi. (Bresman)