Manusia vs Sampah

Iklan Semua Halaman

.

Manusia vs Sampah

Sku Metropolitan
Minggu, 01 Desember 2019







Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.

Sampah, bagian dari kehidupan manusia. Yang menjadi  persoalan bagaimana penanganan sampah agar tidak  menimbulkan dampak negatif terhadap manusia. Walaupun dibalik dampak negatif yang sudah melekat di sampah, ternyata sampah memiliki dampak positif juga seperti menjadi lapangan kerja untuk sebagian orang, seperti pemulung, pengepul barang bekas, supir truk sampah sampai ke dinas kebersihan kota, pengelolaan sampah yang tepat dapat menghasilkan manfaat seperti untuk sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos, bahkan menjadi bahan bakar gas, Sampah plastik merupakan sampah yang dapat didaur ulang menjadi barang-barang yang berguna bahkan menjadi barang yang bernilai, contoh sampah plastik itu seperti bungkus makanan ringan, bungkus ditergen, botol air mineral dll sampah jenis plastik bisa disulap menjadi kerajinan tangan yang bernilai tinggi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, pada tahun 2010 ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Sekitar 4,8-12,7 juta ton diantaranya terbuang dan mencemari laut. Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan.

Soal pengelolaan limbah plastik, Indonesia bisa dikatakan salah satu yang terburuk di dunia. Ini terungkap dari hasil studi Jambeck tahun 2015 yang dimuat pada laman Our World in Data. Sebanyak lebih dari tiga juta ton sampah plastik Indonesia masuk ke lautan tiap tahunnya. Bahkan, dari sumber tersebut, Indonesia dicap sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina. Tentu ini bukanlah hal yang patut dibanggakan, bukan?

Berbagai upaya menekan penggunaan kantong plastik pun dilakukan oleh beberapa negara. Sampah kantong plastik telah menjadi musuh serius bagi kelestarian lingkungan hidup. Jika sampah bekas kantong plastik itu dibiarkan di tanah, dia akan menjadi polutan yang signifikan. Kalau dibakar, sampah-sampah itu pun akan secara signifikan menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer.

Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakarnya, tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara. Bila manusia menghirup Dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf,hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi.

Kita memang tidak mungkin bisa menghapuskan penggunaan kantong plastik 100%, tetapi mungkin ada beberapa cara untuk mengatasinya, yaitu diantaranya melakukan daur ulang sampah plastik dengan cara memisahkan partikel-partikel plastik hingga terciptanya produk baru. Plastik daur ulang biasanya akan dirubah bentuk menjadi biji plastik, botol minuman, dan produk baru dengan bentuk baru yang lainnya. Hampir disetiap negara selalu berupaya melakukan proyek besar dalam melakukan daur ulang sampah plastik.

Untuk mengurangi dampak limbah plastik, dari pihak pemerintah dan diri pribadi harus menyadari. Pemerintah harus membuat tempat sampah di setiap sisi kota. Dan setiap individu juga harus mempunyai kesadaran tentang membuang sampah. Jangan campur sampah plastik dengan sampah yang bisa di daur ulang. Tempatkan sampah plastik pada tempat sampah yang telah ditentukan. Dan jangan membuang sampah plastik di tempat umum seperti di jalan, di sungai, di selokan, di parit, dan dimana sampah itu akan sangat berpotensi buruk bagi lingkungan. Tumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,dan memilah sampah organik dan an organik

Meningkatkan kegiatan seminar atau pertemuan yang membahas tentang daur ulang sampah plastik. Tentang metode cara pengolahan limbah plastik yang terbaru. Dengan harapan,pemerintah ikut terlibat dalam sosialisasi daur ulang limbah plastik.

Dengan menggunakan mesin incinerators untuk mendaur ulang limbah plastik. Sebagian negara menggunakan mesin ini untuk mengolah sampah plastik yang tidak teruarai. Semua limbah plastik dibakar menggunakan incinerators. Namun ada dampak buruk jika menggunakan metode ini. Yaitu, timbulnya pencemaran atau polusi udara. Namun seiring berjalannya waktu, para developer telah bekerja keras untuk mengurangi dampak pulusi udara yang ditimbulkan.

Untuk mengurangi dampak dari limbah plastik, sebagian besar negara di dunia telah melarang penggunaan produk plastik tertentu. Hal ini untuk mengurangi rasa ketergantungan terhadap produk palstik. Dan menggantikannya dengan produk yang lebih ramah lingkungan. Menggunakan tas dari bahan kertas atau dari bahan lainnya untuk berbelanja. Sehingga dapat mengurangi pemakaian plastik di dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan Plastik Biodegradable, sekitar setengah dari penggunaan plastik adalah untuk kemasan. Oleh karena itu, sangat baik jika dapat dibuat plastik yang bio- atau fotodegradable. Hal itu telah diupayakan dan telah dipasarkan. Kebanyakan plastik biodegradable berbahan dasar zat tepung. Sayangnya, plastik jenis ini lebih mahal dan kelihatannya masyarakat enggan untuk membayar lebih.

Setidaknya ada 2 cara pemanfaatan limbah plastik yaitu reuse (pemakaian kembali) atau recycle (daur ulang). Umumnya rumah tangga di Indonesia sering memanfaatkan limbah plastik untuk pemakaian kembali, seperti wadah cat untuk pot bunga. Limbah plastik juga bisa dimanfaatkan untuk membuat produk kerajinan seperti tas. Pemanfaatan limbah plastik daur ulang umumnya dilakukan oleh industri.

Proses daur ulang plastik di Industri umumnya meilputi langkah-langkah Sortir (pemilahan sampah), Pemotongan (memperkecil ukuran), Pencucian, Pengeringan (menguapkan air pada suhu tertentu), Pemanasan (material dilelehkan pada suhu 200 derajat celcius), Penyaringan (Lelehan plastik akan berbentuk silinder panjang kemudian dipotong-otong), Pendinginan (material dilewatkan pada air dingin), Pencetakan/penggilingan (pencetakan bijih plastik menjadi lelehan kemudian dibentuk seperti mie berdiameter 4 mm), Pembungkusan & pemeriksaan (pembungkusan material kering dalam karung plastik dan diperiksa) jadilah Produk plastik yang baru. (Penulis Dima Kamila (ig : @deemakamila))


Baca Berita :