Ngapain Jadi Karyawan, Mending Healthpreuneur

Iklan Semua Halaman

.

Ngapain Jadi Karyawan, Mending Healthpreuneur

Sku Metropolitan
Minggu, 01 Desember 2019

   




Setiap tahun  sekolah tinggi kesehatan  terus meluluskan mahasiswa yang jumlahnya cukup banyak. Data  tahun 2015, total jumlah lulusan Poltekkes sebanyak 21.984 orang yang terdiri dari Diploma III adalah 21.020 orang dan Diploma IV 964 orang. Jumlah lulusan terbanyak yaitu program studi keperawatan sebanyak 14.112 orang (64,29%) yang terdiri dari 13.706 orang lulusan Diploma III dan 406 orang lulusan Diploma IV. Sumber : Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kemenkes RI, 2016.  


Ada beberapa alasan memilih  kuliah di  sekolah kesehatan karena memang panggilan hati, memang cita-cita dari kecil ,  tidak diterima kuliah dikedokteran, dipaksa orang tua atau bisa juga karena melihat senior yang sudah sukses , punya klinik besar, pasiennya ramai dan karyawannya banyak. Hingga akhirnya memilih kuliah di kesehatan.


Perjalanan kuliah di tempuh sekitar 3 tahun lebih dan mendapatkan gelar  Sarjana kesehatan. Dan siap- siap untuk melamar pekerjaan ,mulai menemukan kebinggungan . ternyata belum  uji kompetensi dan belum memiliki  Surat Tanda Registrasi ( STR) . dimana Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan Pasal 44 menyebutkan bahwa setiap tenaga kesehatan yang menjalankan praktik wajib memiliki surat tanda registrasi (STR). STR berlaku selama lima tahun dan dapat diregistrasi ulang. akhirnya melamar pekerjaan ditunda sampai lulus uji kompetensi dan memiliki Surat tanda Registrasi ( STR). 


Lalu .....

apakah kita berdiam diri sambil menunggu STR keluar , atau kita tetap mencari lowongan pekerjaan yang membolehkan tanpa STR atau pilihan  menjadi tangga  Healthpreuneur  muda dibisnis kesehatan.

            Kebangkitan Healthpreuneur muda dari tenaga kesehatan, Artikel  di Kompas.com dengan judul "Jumlah Entrepreneur di Indonesia Jauh di Bawah Negara Maju "Hampir di setiap negara maju, standard nya itu memiliki (penduduk) entrepreneur di atas 14 persen. Sementara di negara kita, angkanya masih 3,1 persen. Artinya perlu percepatan," ujar Presiden Jokowi saat berbincang dengan anggota HIPMI se-Indonesia di Istana Merdeka. inilah saatnya  tenaga kesehatan sudah harus mulai melek mata untuk memulai berpikir berbeda,inovatif  dan kreatif , karena era pasar bebas dimana tenaga kerja asing sudah masuk ke indonesia. Apakah yang sudah kita siapkan untuk menghadapi era MEA.

            Mulailah berpikir kreative dan berjiwa entrepreuneur. Buat apa menunggu lowongan pekerjaan yang belum ada , atau menunggu STR belum keluar. Mulailah kita berpikir untuk “menciptakan lapangan kerja untuk orang lain” dengan menjadi healthpreuneur muda di bidang kesehatan.  Ingat pintu rejeki banyak , tinggal bagaimana kita mengambil rejeki itu.

Peluang usaha banyak didepan mata kita bisa membuka bisnis di layanan Kesehatan , mulai lah menjadi tenaga kesehatan kreatif , memadukan antara hobby dan peluang bisnis. Misalnya  pelayanan Komplementer seperti Bisnis Spa & Health care ,Peluang bisnis Baby massage, babyspa,maternity treatment, Health accessories shop, Tele-nurse consultant , Bisnis Health konselor laktasi, membuka kelas prenatal yoga  , perawatan luka, Hipnoterapi , Tour Travel, , Health costume designer , Event Organizer Kesehatan  dll. 

            Bagaimana cara memulainya, anda bisa memulai dari sebuah cita-cita atau impian . jangan takut memiliki mimpi besar , karena saat kita punya impian semakin jelas tujuan yang kita ingin capai. Setelah itu isi otak anda dengan ilmu entrepreuneur, bisa lewat buku-buku bisnis, ikuti pelatihan atau seminar agar mindset anda semakin terbuka , atau anda bisa kunjungi owner atau pemilik usaha yang anda inginkan dan tanyakan bagaimana perjalanan owner dalam membangun bisnis, pasti beliau akan menceritakan proses jatuh bangun dalam bisnis. 

            Jangan takut bermimpi, miliki tujuan hidup anda selagi muda , yakinlah anda memiliki potensi besar, dan anda akan menjadi entrepreuneur sukses dunia akhirat. Lakukan dari yang paling mudah dan mampu, bisnis yang paling baik adalah bisnis yang segera dilakukan dan action, action, action dan terus berdoa  kepada allah yang terbaik . amin     



Penulis
Julianti,Skep , Cht,CHE
Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat (STIKIM Jakarta)