Rasio Penanganan Perkara PN Jakarta Utara Tahun 2019 Meningkat

Iklan Semua Halaman

.

Rasio Penanganan Perkara PN Jakarta Utara Tahun 2019 Meningkat

Sku Metropolitan
Selasa, 31 Desember 2019


JAKARTA, METRO Perkara Perdata, Pidan serta permohonan surat keterangan di Pengadilan negeri Jakarta Utara selama tagun 2019, mengalmi pengingkatan. Hal itu dikatakan Humas PN Jakarta Utara, Djuyamto, dalam siaran persnya Selasa (30/12).

Adapun rincian dalam penanganan perkara perdata permohonan tercatat, 1082 yang masuk pada tahun 2019, sementara sisa perkara tahun 2018 sejulam 48 , dari jumlah 1034.  

Perkara gugatan biasa sisa tahun 2018 sebanyak 335 perkara ditambah yang masuk pada tahun 2019 sejumlah 821 perkara. Kemudian perkara gugatan sederhana sisa tahun 2018 sejumlah 2 perkara ditambah 45 perkara yang masuk pada tahun 2019. Sedangkan perkara gugatan yang didaftarkan melalui e- Court selama tahun 2019 tercatat sejumlah 255 perkara.

Dalam penanganan perkara pidana biasa tercatat sejumlah 720 perkara, perkara pidana khusus sejumlah 941 perkara, perkara pidana Anak sejumlah 53 perkara.

Sementara Perkara Tipiring sejumlah 937 perkara, di antaranya mengenai tindak pelanggaran Perda tentang Bangunan Gedung ( IMB ) dan Perda tentang Pedagang Kaki Lima dan perkara tilang yang dilakukan melalui e-Tilang sejumlah 146.736 perkara.

Dari data statistik yang tertera dalam Monitoring Implementasi SIPP,  secara keseluruhan prosentase ratio penanganan perkara adalah sejumlah 80,57 persen di mana sisa perkara tahun lalu ( 1047 ) kemudian perkara masuk pada tahun 2019 sejumlah 4.565 dan jumlah perkara yang telah diminutasi sejumlah 4516 perkara.

Humas melanjutkan, jumlah hakim di PN Jakarta Utara adalah sebanyak 24 orang Hakim yang dibagi ke dalam 9 Majelis Hakim dan dibantu Panitera Pengganti sejumlah  32 orang serta Jurusita sejumlah 5 orang serta Juru Sita Pengganti sejumlah 11 orang.

Demikian informasi tentang kinerja PN Jakarta Utara pada tahun 2019 yang disampaikan oleh Humas PN Jakarta Utara, Djuyamto,SH kepada media pers, di mana penyampaian informasi mengenai kinerja selama tahun 2019 tersebut sebagai salah satu wujud keterbukaan pengadilan sebagai institusi publik.

Humas menambahkan, jenis perkara pidana yang paling banyak ditangani adalah perkara narkotika, sedangkan dalam perkara perdata mayoritas adalah gugatan perbuatan melawan hukum. Sedangkan perkara perceraian tercatat juga menunjukkan trend meningkat.

Dalam upaya pelayanan prima kepada masyarakat, PN Jakarta Utara juga telah melakukan layanan berdasar tehnologi informasi ( sistem elektronik ) baik dalam layanan non perkara melalui e-Raterang ( Surat Keterangan Elektronik ) maupun layanan penanganan perkara melalui e-Court/e-Litigasi. Di mana dengan layanan berbasis tehnologi informasi tersebut, para pencari keadilan lebih mudah, lebih efisien dan efektif dengan meminimalisir terjadinya hubungan langsung dengan aparatur pengadilan.

Selain penanganan perkara, Pengadilan Negeri Jakarta Utara juga terus meningkatkan layanan PTSP sebagai etalase / front line pengadilan, yang untuk itu para petugas PTSP selain diberikan upgrade layanan juga dibekali dengan sarana prasarana yang memadai.

Djuyamto mengatakan bahwa Ketua PN Jakarta Utara, H. Amien Ismanto,SH.MH, secara khusus juga menyampaikan bahwa komitmen dan kinerja seluruh jajaran PN Jakarta Utara selama kurun waktu setahun 2019 dirasakan meningkat dan diharapkan akan terus dipertahankan pada tahun depan. Apalagi sebagaimana amanat Ketua Mahkamah Agung RI dalam menyongsong era peradilan berbasis digital, maka akan diterapkan penanganan perkara secara e-Litigation yang menuntut profesionalitas, kedisiplinan dan integritas seluruh stake holder pengadilan katanya (Bresman Sirait)