Sumur Bor Sejak Dibangun Tahun 2017 Tidak Berfungsi

Iklan Semua Halaman

.

Sumur Bor Sejak Dibangun Tahun 2017 Tidak Berfungsi

Sku Metropolitan
Selasa, 10 Desember 2019

BEKASI, METRO- Pembangunan Sumur Bor / Satelit di Rt.002/Rw.017, Perumahan Taman Ria Persada, Desa Tridaya sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang dialokasikan dari APBD tahun anggaran  2017, dinilai mubajir. Hal itu dikatakan salah seorang warga, Yudi kepada Metropolitan baru-baru ini.

Yudi menuturkan, sumur bor/satelit di bangun pada tahun 2017, tetapi sejak selesai di bangun hingga saat ini tidak bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan air dari sumur tersebut.   Setelah selesai di bangun, pelaksana pembangunan diduga tidak melakukan pengeboran tidak mencapi titik air atau kedalamnya tidak menemukan titik air. Pelaksana pembangunan juga diduga tidak melakukan uji coba, apakah air bisa disedot oleh pompa atau tidak?.
Dia menambahkan, pemerintah daerah hanya menghaburkan uang rakyat untuk membangun sumur satelit, kalau tidak bisa dimanfaatkan masyarakat. Pengguna anggaran seharusnya melakukan pengawasan terhadap proyek yang di bangun melalui uang rakyat. Jangan hanya membangun tetapi tidak berfungsi, sama saja mengahumbar uang, karena biaya pembangunan tersebut menghabiskan biaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah, katanya dengan nada kesal.
Anggaran Pembuatan Sumur Bor, yang di bangun hampir disetiap wilayah, baik di kantor-kantor pemerintahan, lingkungan warga hingga di dalam lingkungan sekolah. Dan rata-rata pembuatan 1 sumur bor memakan biaya sebesar Rp.80 juta.
Berdasarkan pantauan wartawan, ditemukan pelaksanaan pembuatan Sumur Bor yang tidak sesuai spesifikasi (Spek), mulai dari kedalaman Bor, bahkan ada yang tidak berfungsi sehingga hal tersebut mengakibatkan uang rakyat terbuang sia-sia.
Upaya memenuhi kebutuhan air bersih, Pemkab Bekasi menggelontorkan anggaran ke BPBD pada TA 2017 dengan kegiatan Pengadaan Tangki Air sebagai Penampung Air Bersih dengan Pagu anggaran Rp.300.000.000 dengan realisasi 278.386.000 atau 97,24%. (dpt)