Bupati Raden Adipati Surya Buka Seminar Pesantren

Iklan Semua Halaman

.

Bupati Raden Adipati Surya Buka Seminar Pesantren

Sku Metropolitan
Rabu, 08 Januari 2020


WAY KANAN, METRO- Seminar Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren di Pondok Pesantren memberikan kepercayaan diri para santri dan lulusan pesantren untuk bersaing dalam sistem penyelenggaraan pendidikan nasional.

Hal tersebut disampaikan Bupati Waykanan Raden Adipati Surya saat membuka Seminar Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren di Pondok Pesantren Nurul Iman Kampung Tanjungbulan Kecamatan Kasui, Rabu (8-1-2020)
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Waykanan M Isa, kepala dinas/instansi, dan  sejumlah pimpinan pesantren.
Adipati mengatakan, UU tentang Pesantren merupakan kesepakatan bersama dengan melibatkan pihak yang mewakili Forum Komunikasi Pondok Pesantren. UU ini disusun sesuai dengan karakteristik dan kekhasan Pondok Pesantren. 
Sebagai lembaga yang berbasis masyarakat, kata dia, sumber pendanaan utama pesantren berasal dari masyarakat. Pemerintah pusat membantu pendanaan penyelengaraan pesantren melalui APBN )anggaran pendapatan dan belanja negara) sesuai dengan kemampuan keuangan negara.
Para lulusan pesantren hendaknya dapat memberikan keteladanan dan manfaat kepada masyarakat, katanya.
Bupati menambahkan, Pendidikan Pesantren pada umumnya diselenggarakan oleh masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Jauh sebelum Indonesia merdeka, pendidikan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren sudah lebih dahulu berkembang. Selain menjadi akar budaya bangsa, nilai agama disadari merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pendidikan.

Pendidikan Pesantren juga berkembang karena mata pelajaran/kuliah pendidikan agama yang dinilai menghadapi berbagai keterbatasan. Secara historis, keberadaan Pondok Pesantren menjadi sangat penting dalam upaya pembangunan masyarakat, terlebih lagi karena Pondok Pesantren bersumber dari aspirasi masyarakat yang sekaligus mencerminkan kebutuhan masyarakat sesungguhnya akan jenis layanan pendidikan dan layanan lainnya. (sangun)