Heboooooh, Pulang Dari TKI, Rumah Tangga dan Rumah Tinggal Dirobohkan

Iklan Semua Halaman

.

Heboooooh, Pulang Dari TKI, Rumah Tangga dan Rumah Tinggal Dirobohkan

Sku Metropolitan
Sabtu, 04 Januari 2020


TRENGGALEK, METRO  - Perselisihan suami istri dalam rumah tangga merupakan hal biasa, tetapi tidak berujung perceraian. Tetapi pasangan suami istri di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek ini bikin heboh. Ia memutuskan akan mengakhiri ikatan perkawinannya. Mereka sepakat, rumah rumah tangga yang sudah puluhahn tahun dibangun dan Rumah tinggal yang selama ini mereka bangun dengan biaya berdua turut dirobohkan.

Bahkan, perobohan rumah yang mereka bangun berdua itu menggunakan alat berat (eskavator). Rumah itu adalah milik pasangan Slamet Setyono dan Sulis Endarwati

Kepala Desa Tasikmadu Wignyo Handoyo, saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut, Slamet Sulis Endarwati sudah sekitar 10 tahun bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia."

"Pulang-pulang meminta cerai kepada suaminya," kata Handoyo.

Sang suami yang selama ini hidup di Trenggalek, awalnya menolak perceraian itu. Pihak Desa, sudah berusaha memediasi pasangan tersebut, kata Handoyo.

Karena sang istri terus mendesak untuk bercerai, sang suami pun meminta ganti rugi uang dari pembangunan rumah sebesar Rp 200 juta.

"Sang istri awalnya cuma sanggup Rp 40 juta," tambah dia.

Pada mediasi berikutnya, kata Handoyo, sang istri tak lagi menyanggupi ganti rugi uang. Ia mengusulkan agar rumah dibongkar apabila suaminya tetap ingin meminta uang itu.

"Saya bilang, kalau bisa jangan dibongkar, kan punya anak. Tapi yang mereka tidak mau," sambungnya

Pasangan itu memiliki seorang anak yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar kelas 6.

Akhirnya, pasangan itu membuat surat pernyataan kesepakatan bongkar rumah, surat ditandatangani berdua di atas materai 6.000.

Sehari setelah surat ditandatangani atau 1 Januari 2020, rumah mulai dibongkar secara bertahap,  puncaknya, rumah itu dirobohkan dengan alat berat ekskavator, Kamis (3/1/2019) siang.

Pembongkaran diabadikan dengan video oleh warganet.video pun diunggah dan viral di grup Facebook di Kabupaten Trenggalek.(sar)