Pembayaran Hutang Dengan Cek Kosong Bukan Tindak Pidana

Iklan Semua Halaman

.

Pembayaran Hutang Dengan Cek Kosong Bukan Tindak Pidana

Sku Metropolitan
Kamis, 16 Januari 2020



METRO,BEKASI  Putusan Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi, terhadap Gugatan Praperadilan SP3 yang diterbitkan Polrestro Bekasi Kota, atas laporan pidana Norma Aritonang kepada tersangka Payaman Lumban Tobing yang membayar hutangnya dengan cek kosong, perbuatan itu bukanlah tindak pidana penipuan (pasal 378).

Hal itu dikatakan Hakim tunggal PN Kota Bekasi, Abdul Ropik saat pembacaan putusan, Rabu, (15/1), dalam amarnya menyebutkan bahwa setelah mempertimbangkan, alat-alat bukti, saksi -saksi dalam persidangan yang diajukan pemohon dan termohon, juga Pendapat Ahli Pidana, dan aturan-aturan hukum lainnya, Majelis Hakim tunggal Abdul Ropik SH. MH berpendapat bahwa perkara ini telah diperiksa secara konperenhensif bukan sekedar formil akan tetapi juga secara materil yang jauh dari jangkauan dari praperadilan yang hanya bersifat administrative.

Ia juga berpendapat bahwa pemberian serta penggunaan cek kosong tidak serta merta menjadi tindak pidana, maka penerbitan Surat Pemberhentian Penyidikan Perkara (SP3) oleh Penyidik Polretro Bekasi Kota terhadap Payaman Lumban Tobing telah sesuai aturan Undang-undang, sehingga menolak permohonan pemohon dan membebankan biaya kepada pemohon.

Sementara TIM dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Patriot Bekasi, Dr. Manotar Tampubolon SH, MH, MM, Nancy Olivia Sitompul SH, dan Cengly Malau Gurning SH, usai persidangan menyebutkan bahwa putusan yang dibacakan Hakim tunggal Abdul Ropik sebagai wakil Tuhan tidak sesuai dengan fakta-fakta dalam persidangan dan pertimbangannya tidak tepat ngaur entah kemana-mana.

"Pada hal terlapor,tersangka dan termohon Payaman telah memberikan cek sebanyak dua kali kepada korban Norma Aritonang, cek pertama senilai Rp. 141 juta tidak jadi dicairkan, dengan pemberiahuan dana tidak ada, kemudian cek kedua senilai Rp. 180 juta ketika jatuh tempo di cairkan pemohon Norma ke Bank BCA Kemang Pratama tapi tidak dapat dicairkan karena dana dalam rekening tidak ada dan telah ditutup,”ungkap Manotar.

Manotar juga menuturkan dengan perasaan kesal karena selalu dibohongi atas perbuatan Payaman sehingga korban Norma Aritonang melaporkannya ke Polrestro Bekasi Kota, sehingga pelaku Payaman Lumban Tobing dijadikan sebagai tersangka dan ditahan satu hari oleh penyidik dan berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Namun jelang beberapa waktu kemudian SP3 pelaku Payaman diterbitkan oleh penyidik Polres Bekasi Kota," sebut Manotar, kepada Metropolitan, Kamis (16/1)

Pada sidang sebelumnya atas kerterangan saksi terlapor/termohon Payaman Lumban Tobing bersama isternya yang dihadirkan oleh Kepala Subbag. Hukum Polrestro Bekasi Kota Kompol. I. Made Sweta SH dan Iptu. Sentot Trihandoko SH, saksi Payaman mengakui dalam persidangan bahwa " benar telah meminjam uang dari Norma sebanyak Rp. 125 juta untuk modal proyek dan memberikan dengan jaminan satu unit mobil merk CRV, beselang bebetapa waktu kemudian CRV itu saya pinjam kemudian ditarik leasing, benar telah membuat perjajian menyanggupi membayar Rp. 180 juta, juga benar saya beberapa kali telah membayar lewat trasperan, benar saya membuat perjanjian dihadapan penyidik Indra akan melunasi hutang saya sebanyak Rp. 100 juta dan pernah dua kali memberikan Cek kepada Norma Aritonang, aku Payaman dalam persidangan.

Sementara Cengly Malau Gurning, SH,  menyebutkan, "Saya akan membuat rekening di Bank BCA Kemang Pratama dengan modal satu juta rupiah bisa dapat buku cek, menirukan penjelasan Payaman dipersidangan saat mendapat buku cek tersebut, nanti akan saya pinjam uang orang dan saya bayar pake cek karena itu bukan merupakan perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 378, sebut Cengly kesal. 

Humas PN Kota Bekasi, Beslin Sihombing SH. MH ketika bincang-bincang di PN Bekasi mengatakan "Saya tidak bisa mengomentari Perkara apalagi Putusan hakim, 

“Namun seingat saya aturan mengenai cek kosong telah dicabut,” sebut humas. (Bresman Sirait)