“Kepsek SMPN 4 Setu Lakukan Pungli Berkedok Bimbel dan Outing Class Jelang UN ”

Iklan Semua Halaman

.

“Kepsek SMPN 4 Setu Lakukan Pungli Berkedok Bimbel dan Outing Class Jelang UN ”

Sku Metropolitan
Senin, 27 Januari 2020
Siswa kelas 9 SMPN 4 Setu Belajar di lanai

BEKASI, METRO - Kegiatan bimbingan belajar (bimbel) yang digelar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 4 Setu Kabupaten Bekasi saat menjelang Ujian Nasional (UN), bulan Mei mendatang, dikeluhkan orangtua siswa. Keluhan tersebut bukan dikarenakan kegiatannya, melainkan biaya yang dibebankan terhadap orangtua siswa selama tiga bulan.

Berdasarkan informasi diperoleh menyebutkan, Bimbel yang bertujuan untuk menggenjot prestasi anak didik itu. Biya Bimbel yang dipungut dari Kelas 9 SMPN 4 Setu selama tinga bulan sebesar Rp 500.000/siswa.

"Jelas keberatanlah dengan biaya bimbel yang dipatok Rp 500 ribu. Apalagi nominal tersebut ditetapkan tidak melalui proses musyawarah” kata salah seorang orang tua siswa.

Berita Terkait :
Meski demikian dia mendukung dengan kegiatan yang tujuan positif itu, namun soal jumlah biaya dan peruntukannya tak bisa menyesuaikan dengan kemampuan orangtua siswa, ujarnya.

Sementara itu Krpala sekolah SMPN 4 Setu ketika mu dikonfirmasi, tidak ada di tempat, menurut Ramdan, Kepala sekolah sedang pulang kampung mengawinkan adeknya, karena orang tuanya sudah meninggal, jelasnya. 

Ketika ditanya tentang pungutan biaya Bimbel, Humas SMPN 4 Setu, Ramdan, tidak bersedia memberikan komentar. 

“Saya tidak bisa memberikan komentar tentang biaya Bimbel, silahkan saja datang lagi kalau Kepala sekolah sudah pulang” katanya, Selasa (21/1).

Beberapa siswa SMPN 4 Setu kelas 9, Kami mengikuti Bimbel disekolah, tenaga pengajarnya juga guru- guru yang ada disekolah. Bimbel dilaksanakan setelah jam pelajaran selesai. Kami membayar biaya Bimbel sebesar Rp 500.000, selain biaya Bimbel, kami juga melaksanakan Study tour ke Bandung dengan biaya sebesar Rp 1 juta rupiah/siswa, katanya.(dpt)