DPRD Sambut Baik Kesepakatan Perusahaan Mempekerjakan 60% Warga Setempat

Iklan Semua Halaman

.

DPRD Sambut Baik Kesepakatan Perusahaan Mempekerjakan 60% Warga Setempat

Sku Metropolitan
Kamis, 27 Februari 2020


BEKASI, METRO-  Banyaknya perusahaan di Kabupaten Bekasi, ternyata belum berbanding lurus dengan kesempatan kerja bagi para pekerja lokal di daerah Bekasi. Lahirnya Perda 4 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan dan Peraturan Bupati No.9 tahun 2019 tentang Perluasan Kesempatan Kerja, masih banyak dinilai berbagai pihak belum mengakomodir para calon pekerja lokal untuk dapat bekerja. Padahal ribuan perusahaan tersebut tumbuh berkembang pesat di Kabupaten Bekasi, bahkan menjadi jantung industri nasional, sebagai industri terbesar se-Asia Tenggara.

Atas desakan dan tuntutan warganya, Pemerintah Desa Karangsari, mengundang perusahaan di wilayahnya untuk duduk bersama membahas, agar warga setempat diberdayakan sebagai tenaga kerja di Perusahaan yang ada di Desa Karangsari. Pemerintah Desa Karangsari juga mengundang Pihak Disnaker dan Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dan Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan VI. Pertemuan tersebut berlangsung Rabu, (26 Februari 2020) bertempat di Kantor Desa Karangsari, berlangsung dari jam 13.30 siang sampai 20.00 malam hari ini.

Pertemuan yang cukup lama itu, membuat warga masyarakat yang hadir menjadi meradang, bahkan sesekali berteriak “betul” saat lontaran pertanyaan Anggota DPRD dilayangkan kepada pihak-pihak perusahaan.

Beberapa anggota DPRD yang menghadiri ertemuan terebut antara lain, Samuel Maruli Habeaan (Ketua Komisi IV), dr.Asep Supriatmaja, Mia Eldabo, Imam Hambali dan Nyumarno.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Samuel Maruli Habeaan, menyampaikan kepada pihak perusahaan, kaitan kesempatan pekerja lokal untuk dapat bekerja di perusahaan itu sebuah keharusan. Perusahaan harus patuh, itu semua sudah diatur dalam Peraturan Daerah No.4 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan dan juga Peraturan Bupati No.9 tahun 2019, tentang Perluasan Kesempatan Kerja. Perbup ini juga sudah disosialisasikan Bupati Bekasi di beberapa kawasan industri dan perusahaan yang ada di Bekasi. Jadi saya minta perusahaan patuhi, dan Pihak Disnaker harus awasi agar dapat dijalankan.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Dapil Vai dari Partai PDI Perjuangan, Nyumarno,yang mengikuti sampai tuntas agenda sampai malam ini menyampaikan, Alhamdulilah, perusahaan berkomitmen baik kaitan kesempatan kerja bagi pekerja lokal dari Desa Karangsari, yaitu sekurang-kurangnya 60% dari total setiap lowongan kerja yang ada. Perusahaan menyetujui hal tersebut dengan menandatangani kesepakatan bersama yang disaksikan oleh DPRD dan Disnaker, tutur Nyumarno.

Selain kesepakatan tentang kesempatan bekerja bagi warga, Nyumarno juga menambahkan, pihak perusahaan juga sepakat memberdayakan masyarakat melalui Karangtaruna, koperasi atau lembaga yang ditunjuk Pemerintah Desa, untuk bermitra dalam berbagai hal. Ada pemberdayaan masyarakat yang sudah berjalan seperti suplay kain majun ke perusahaan, palet, pembuatan sumur bor air bersih, dll. Walau belum semua perusahaan, kedepan semoga perusahaan yang lain dapat mengikutinya.

Intinya kita apresiasi perusahaan-perusahaan yang hadir dan sudah berkomitmen, investasi kita dukung, namun kepedulian terhadap lingkungan sekitar itu wajib. Prinsip yang harus disepakati bersama adalah Perusahaan Maju-Karyawan Sejahtera-Masyarakat Karangsari Bisa Kerja-Masyarakat diberdayakan, pungkas Nyumarno.

Walaupun cukup alot, pertemuan yang hampir berlangsung 7 jam tersebut membuahkan hasil. Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Desa Karangsari dengan perusahaan di wilayah Karangsari ditandatangani oleh setidaknya 5 perusahaan, PT.Multistrada, PT.Djabesmen, PT.Granito, PT.Lamipak dan PT.Superbata.(Ely/Martinus)