Dr. Manumpak : Polisikan Manaek Nainggolan

Iklan Semua Halaman

.

Dr. Manumpak : Polisikan Manaek Nainggolan

Minggu, 02 Februari 2020

METRO, BEKASI- Dr Manumpak Sianturi mendatangi Polrestro Bekasi Kota untuk melaporkan dugaan tindak pidana fitnah yang dilakukan oleh Manaek Nainggolan terhadap dirinya, LP/87/K/I/2020/SPKT/Restro Bekasi Kota. 14 Jan 2020.

Dugaan tindak pidana  fitnah yang dilakukan pelaku (Manaek Nainggolan), awalnya pelaku mendatangi korban (Dr. Manumpak Sianturi) ingin oper  tanah garapan milik korban untuk kepentingan pembangunan Gereja. Kemudian  korban dan pelaku telah sepakat harga tanah tersebut Rp. 600.000.000,- , 

Kemudian  pelaku telah memberikan uang sebesar Rp.400.000 000,-  dengan cara dicicil kepada korban dan masih kurang Rp. 200.000 000,- dengan perjanjian antara kedua belah pihak, bila tidak dapat diurus surat-suratnya untuk didirikan Gereja uang akan dikembalikan secara utuh. 

Saat pelaku Ingin mengurus surat-surat tanah tersebut ditolak oleh Pemkot Kota Bekasi dan  membongkar bangunan di Iokasi tanah yang akan dijual. Kemudian pelaku mendatangi korban untuk meminta uang kembali. Lalu korban ingin mengembalikan uang yang telan diterima sebesar Rp. 400.000 000 namun ditolak oleh pelaku dan pelaku meminta uang kepada korban sebesar Rp. 1.500.0004000 karena ditolak oleh korban, kemudian [pelaku telah melaporkan korban ke Polda Metro jaya LP/4640/K/VII/2019/PMJ/Dit Reskrimum, tanggal 31 Juli 2019, tentang penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh korban sehingga korban merasa tercemarkan nama baiknya dan merasa diperas oleh pelaku. Selanjutnya atas kejadian tersebut dilaporkan ke Polrestro Bekasi Kota guna pengusutan lebih Ianjut. 

Dr. Manumpak Sianturi menambahkan selain laporan Polisi tersebut, juga telah menggugat ke Pengadilan Negeri Bekasi dengan gugatan Wanprestasi ( Ingkar Janji). karena menurutnya para tergugat tidak ada itikad baik untuk melakukan pelunasan pembayaran oper-alih tanah yang dijanjikan dengan dalih, para tergugat tidak berhasil dan sudah mentok dalam pengurusan surat-surat menjadi sertifikat.

Sementara menurut Elgiana Manarata Nadeak, SH kuasa hukum penggugat Hotmariani Saragih dan Manumpak Sianturi dalam gugatannya merujuk ketentuan pasal 1238 Burgerlijk Wetboek berbunyi "Si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa si berutang harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan."

Ia menambahkan dengan dalil-dalil hukum yang ada dan Fakta-fakta hukum serta bukti-bukti yang ada berkeyakinan akan memenangkan perkara ini. (Beresman Sirait)