Kajari Trenggalek Menepis Jika Dikatakan Mandul

Iklan Semua Halaman

.

Kajari Trenggalek Menepis Jika Dikatakan Mandul

Sku Metropolitan
Senin, 03 Februari 2020



TRENGGALEK,METRO - Gabungan tiga LSM terdiri dari LGMI, GNPKRI, dan ARPT menggelar aksi demo di depan pintu gerbang Kejaksaan Negeri Trenggalek,Senin (3/2/2020).

Sebelumnya puluhan pendemo terlebih dulu berkumpul di depan Tugu Garuda Alun-Alun Trenggalek, selanjutnya bergerak menuju pintu gerbang Kejari Trenggalek. 

Gabungan ketiga LSM ini bergerak menuju Kantor Kejari Trenggalek yang berada di jalan Dewi Sartika sembari mengumpulkan koin rupiah untuk diserahkan pada Kajari Trenggalek

Selama perjalanan, para pendemo ini meminta masyarakat untuk bersama-sama mengumpulkan koin rupiah untuk selanjutnya diserahkan pada Kajari Trenggalek.

Koin-koin ini diserahkan kepada Kajari karena sebelumnya Kajari Trenggalek dalam sebuah pemberitaan mengaku belum bisa mengungkap kasus dugaan korupsi di PDAU (Perusahaan Daerah Aneka Usaha) karena kehabisan anggaran di tahun 2019.

Begitu tiba di depan gerbang Kejari, massa langsung meminta ditemui Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Trenggalek Lulus Mustofa.

Kajari Trenggalek, Lulus Mustofa menemui para pendemo. Dalam kesempatan itu, Lulus mengklarifikasi pemberitaan sebuah media yang menyebut Kejari tak bisa menindaklanjuti kasus PDAU karena kehabisan anggaran.

Ia mengaku telah menjelaskan kepada wartawan tersebut, bahwa pihaknya belum bisa menindaklanjuti kasus PDAU karena anggarannya telah habis, dan akan ditindaklanjuti pada tahun 2020.

"Salah satu orang tidak perlu saya sebutkan namanya, nanya by phone, gimana pak perkembangan kasus penyertaan modal? Dan, saat itu saya sampaikan anggaran sampai dengan Desember ini sudah habis dan akan kami tindak lanjuti di anggaran 2020," ungkap Lulus saat menemui pendemo

Lulus juga menepis tuduhan dari para pendemo yang menyebut bahwa Kajari Trenggalek mandul menangani kasus dugaan korupsi di wilayahnya.

"Kalau Kejaksaan Negeri Trenggalek dibilang mandul itu salah kalau ngomong seperti itu. Kalau mandul berarti gak ada yang sampai pengadilan, padahal faktanya bisa teman-teman lihat itu sudah empat kasus yang kami sidangkan yang dua sudah inkracht, yang dua masih proses sidang. Hari ini pun sidang di Pengadilan Negeri Surabaya," jelasnya

Setelah mendengar penjelasan dari Kajari Trenggalek, para pendemo kemudian menyerahkan flashdisk berisi data tentang dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Trenggalek beserta buktinya. Mereka pun meminta agar bukti dugaan korupsi ini segera diusut tuntas.

Adapun data dugaan korupsi di kabupaten Trenggalek yang disampaikan oleh para pendemo di antaranya pembangunan RSU Panggul, Proyek Pasar Karangan, Proyek Jembatan Winong Tugu, peningkatan jalan Munjungan Panggul, peningkatan jalan Paldaplang, pembangunan paving Desa Ngentrong, peningkatan jalan Tumpuk Kerjo, dan pembangunan saluran Desa Kayen.(sar)