Kurir Narkoba Jaksa Tuntut Mati, Hakim Putus 18,6 Tahun

Iklan Semua Halaman

.

Kurir Narkoba Jaksa Tuntut Mati, Hakim Putus 18,6 Tahun

Sabtu, 01 Februari 2020


METRO,BEKASI - Sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pramana Syamsul  SH dan Jeny SH, pada Kejari Kota Bekasi, hadiahi tuntutan mati terhadap para 3 orang terdakwa  masing-masing Agus Fajar Nugroho, Zulham Ciputra alias Julham dan Erwandi alias Dabo.

Tuntutan mati oleh JPU, kepada para terdakwa dituduh telah bersalah melanggar pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 (1), pasal 112 ayat 2, Jo pasal 132 (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan barang bukti jenis sabu dan ekstasi seberat 200 kilogram. 

Namun pada sidang kamis, 30/1/2029, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Bekasi Rakhman Rajagukguk, masing-masing anggota Tonggani dan Yusrizal, hanya memvonis para  terdakwa masing-masing 18 tahun penjara dan subsider 6 bulan penjara. 

Pertimbangan Majelis Hakim bahwa perbuatan para terdakwa hanya karena tuntutan ekonomi sehingga bertindak sebagai kurir dengan upah Rp 5.000.000,- dan mengakui terus terang perbuatannya selama dipersidangan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali. 

Atas Putusan Majelis Hakim tersebut, JPU Pramana SH dan Jeny SH, berencana akan melakukan upaya banding.

Pada hari Jumat 10 Mei 2019, sekira pukul 19.00 WIB, BNN berhasil menangkap ke 3 tersangka, bermula saat tim BNN menerima info akan terjadi transaksi narkotika di wilayah Bekasi, dengan mencurigai sebuah truk yang berasal dari daerah Pekanbaru, Riau. 
lansung mengejar dan berhasil menangkap para tersangka dengan barang bukti 200 kilogram narkoba jenis sabu dan ekstase (Rait)