LAMI : Kontestan Bakal Cabup Kabupaten Samosir Harus Paham Budaya

Iklan Semua Halaman

.

LAMI : Kontestan Bakal Cabup Kabupaten Samosir Harus Paham Budaya

Senin, 17 Februari 2020


JAKARTA, METRO- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2020. Tahapan akan dimulai September  mendatang. di Sumatara Utara (Sumut)  sebanyak 23 kabupaten dan kota. Salah satunya adalah Kabupaten  Samosir. 

Menurut,  Kordinator Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI),  Suganda mengatakan bahwa kontestan bakal Calon Bupati (Cabup)  dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) di Kabupaten Samosir saat ini sudah melakukan lobi-lobi untuk bakal jadi kedaraan politiknya untuk maju dalam Pilkada. 

"Para bakal calon sudah menarik perhatian masyarakat bahkan membagi bagikan sembako untuk mencari ektabilatasnya," tutur Sugada saat di Taman Mini Indonesia Indah (TMMI), Senin (17/2).

Suganda menyebutkan untuk maju dalam kontestan bakal  Cabup  dan Cawabup di Kabupaten Samosir  pada september 2020 perlu memiliki kireteria yang paham dan mengerti terhadap kebudayaan Batak termasuk dalam pelaksanaanya. 

"Kebudayaan Batak perlu dilestarikan,  karena Kabupaten samosir merupakan tanah sejarah serta asal usul suku Batak kemudian merupakan pusat Kebudayaan," kata Suganda.

Dirinya berharap, untuk maju menjadi bakal Cabup dan Cawabup di Kabupaten Samosir harus dapat memahami hal tersebut , sehingga nantinya telah duduk di Pemerintahan maka kebudayaan dapat tetap di pertahankan dan dilestarikan. 

Terpisah,  Salah satu Tokoh Batak P.Pasaribu mengatakan sependapat dengan Kordinator LAMI, bahwa kontestan yang bakal maju dalam pertarungan bakal Cabup dan Cawabup di Kabupaten Samosir tahun 2020 harus melaksanakan adat dulu baru paham akan hal tersebut. 

"Orang yang sudah melaksanakan adat istiadat yang tentu paham akan kebudayaan," kata P. Pasaribu. 

Contohnya, menurut P.Pasaribu adalah bila orang belum melakukan adat (Magadati) apakah dapat melaksanakan pemberian ulos dalam pesta adat Batak. Seperti Pernikahan yang dilangsungkan Pesta (acara) adat  (Mangadati) yang biasa dilakukan suku batak pada umumnya.

"Ini, memang perkara kecil  tapi ini perlu diperhatikan masyarakat Kabupaten Samosir untuk bakal Cabup dan Cawabup  yang akan bertarung september tahun 2020 yang akan datang," ungkap P.Pasaribu. (Martinus)