Sidang Perdana 4 ASN Digelar di PN Kota Bekasi

Iklan Semua Halaman

.

Sidang Perdana 4 ASN Digelar di PN Kota Bekasi

Sku Metropolitan
Rabu, 19 Februari 2020


BEKASI, METRO. Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi menggelar sidang perdana perkara dugaan berita palsu/fitnah/penghinaan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dan permufakatan jahat, terhadap  empat terdakwa  Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi, Rabu, 19/2/2020.

Keempat ASN terdakwa berasal dari Puskesmas Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, masing-masing terdakwa Dr. Nurdin Hidayat, Nursiyah, Wida Rosmala, dan Dewi Fitriana.

Sidang perdana Perkara Pidana  dipimpin Ketua Majelis Hakim Adeng Abdul Kohar SH. MH, masing-masing anggota Eka Saharta SH dan Swarsa Hidayat SH. M.Hum, serta dibantu Panitera Pengganti Galih Pandu SH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko S, SH, dalam dakwaannya menjerat para terdakwa dengan dakwaan (I) pasal 51 (2) jo. Pasal 36, jo. pasal 27 (3) UU RI No. 19 tahun 2016, Tentang UU ITE dan dakwaan (II) pasal 45, (3) jo, Pasal 27 (3) UU No. 19 thn 2016, tentang UU ITE, jo pasal 55 KUHP.

Sementara korban Tiurma F. melalui kuasa hukumnya Dr. Manotar Tampubolon menyebutkan, bahwa ia merasa kecolongan pada pelaksanaan sidang kali ini, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada dirinya.

"Perkara Perkara pidana No. 88/pid-sus/2020/PN. Bks, ini, sangat menarik untuk di ikuti, dahulu klien saya bernama Syahrizal yang melanggar UU ITE dan ditahan dalam tahanan sel, hingga putus 2 tahun penjara oleh ketua majelis Adeng Abdul Kohar SH. MH, sementara terhadap para pelaku dalam perkara ini mulai penyidikan tahun 2017 hingga sekarang  hanya tahanan kota dan sebagai ketua majelis adalah Adeng Abdul Kohar. Bagaimana putusan majelis hakim, nanti kita tunggu saja, kata Manotar.

Anehnya lagi, yang disidik oleh Penyidik Polres Bekasi Kota adalah 5 orang, namun yang sampai kepersidangan adalah 4 orang, satu lagi hilang dimana ya? katanya heran. (Rait)