Wartawan Saat Emban Tugas Diduga Diintimidasi Oleh Pengusaha PJTKI

Iklan Semua Halaman

.

Wartawan Saat Emban Tugas Diduga Diintimidasi Oleh Pengusaha PJTKI

Senin, 24 Februari 2020


BEKASI - Lagi-lagi terulang kembali, salah satu jurnalis yang sedang mengemban tugasnya telah diduga diintimidasi dan ancaman kekerasan kepada salah satu perusahan yang bergerak di bidang tenaga kerja, yang berada di Kantor Penyalur Tenaga Kerja Jln. Cekrok No. 19 RT 001/010 Jatirangga Jatisampurna Kota Bekasi, Jawa Barat pada waktu lalu.

Hal itu, korban bernama H Jubair L wartawan media Radar Nonstop (Rakyat Merdeka Group) yang telah diduga diintimidasi oleh pihak PT. Citra Putra lndarab (PT. CPI), korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib Polresta Metro Bekasi Kota pada tanggal 21 Februari 2020. 

Jubair mengatakan, terkait laporannya saat  ia bersama rekanannya datang untuk klarifikasi terkait informasi yang didapat nya, bahwa salah satu satu perusahaan PJTKI diduga telah ada pelanggaran terkait TKI.

"Saat kami datang ke PT. Citra Putra lndarab (PT. CPI) untuk klarifikasi terkait informasi yang kami dapat, saat didalam ruangan ukuran kecil, tiba-tiba ada beberapa orang masuk ke ruangan dan mereka (pelaku) berbicara sambil membentak-bentak dan ada juga yang menyenggol-nyenggol kami," kata Jabeir usai laporan dari Polres Bekasi Kota.

Sementara Forum Diskusi Jurnalis Jakarta (FDJJ) mendesak agar polisi mengusut tuntas intimidasi dan ancaman terhadap wartawan saat meliput di PT. Citra Putra Indarab.

“Kepolisian untuk mengusut secara tuntas dan menghukum para pelaku. Tindakan intimidasi dan ancaman sama saja ingin membungkam kebebasan press dan musuh demokrasi. Ini tidak boleh dibiarkan, pelaku dan orang - orang yang terlibat harus diusut tuntas dan di hukum sesuai undang - undang yang berlaku,” ujar Sekjen Forum Diskusi Jurnalis Jakarta (FDJJ) Billi Bilhuda Imanuari.

Billi juga mengatakan, semua pihak mestinya dapat menghormati profesi jurnalis. Keselamatan para jurnalis juga harus dijamin selama di lapangan.

"Semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalis dan memastikan keselamatan para jurnalis selama berada di lapangan," tegas Billi. (Red)