Vandiko Bacalon Bupati Samosir Diharapkan Bersih dari Money Politik

Iklan Semua Halaman

.

Vandiko Bacalon Bupati Samosir Diharapkan Bersih dari Money Politik

Jumat, 13 Maret 2020


SAMOSIR, METRO - Bursa calon Bupati Samosir semakin seru dan hangat. Tak dipungkiri politik mulai kembali memanas menyusul pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 yang akan diselenggarakan pada 23 September di 270 daerah di Indonesia.

Dalam konteks ini, mencari pemimpin daerah yang berintegritas atas nama kepentingan rakyat menjadi hal yang sangat penting agar proses demokratsi yang berelegan.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15/2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota Tahun 2020, pemungutan suara pilkada serentak dilaksanakan pada 23 September 2020.

Artinya, pemungutan suara akan berlangsung sekitar 6 bulan lagi. Saat inipun tahapan pelaksanaannya sudah berjalan yang diwarnai dengan manuver, penjajakan dan pendekatan antarpartai untuk menjalin koalisi.

Peminat yang mendaftar ke beberapa partai politik pun beragam di Pilkada Kabupaten Samosir 2020. Mulai dari mulai bupati dan wakil bupati petahana sampai mantan pemain sepak bola liga Spanyol, jalur perseorangan dan salah satu pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Vandiko Timotius Gultom.

Tokoh Pemuda Sumatera Utara, Rahmat Efendi mengatakan, Vandiko Timotius Gultom sudah melakukan sosialisasi sebagai bakal calon bupati. Bahkan disinyalir gencar memberikan cenderamata atau bingkisan kepada masyarakat.

"Kami berharap Vandiko Timotius Gultom dalam pencalonan Bupati Samosir tidak adanya money politik serta jangan sampai menggunakan fasilitas negara," ujar Rahmat kepada Metropolitan, melalui reles Pers, Jumat (13/3).

"Karena yang bersangkutan diduga masih aktif sebagai pegawai di salah satu naungan kementerian," tambah dia yang juga Aktivis Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) ini. (Red)