Wabup Way Kanan Minta Gugus Tugas Juga Fokus Pada Dampak Social Distancing

Iklan Semua Halaman

.

Wabup Way Kanan Minta Gugus Tugas Juga Fokus Pada Dampak Social Distancing

Sku Metropolitan
Senin, 23 Maret 2020

WAY KANAN, METRO- Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Way Kanan, baik dengan memberlakukan Social Distancing, membentuk Gugus Tugas, mensosialisasikan bahaya COVID-19 serta Rencana Aksi Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Way Kanan yang bersinergi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Instansi, Pimpinan Organisasi Masyarakat serta para Tokoh di Tingkat Kabupaten Way Kanan sampai dengan Tingkat Kecamatan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati DR. Drs. H. Edward Antony, M.M saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Aksi Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Way Kanan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Utama Pemerintah Daerah setempat, Senin (23/03/2020) didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah Kabupaten Saipul, S.Sos.,M.IP, dan Instansi Vertikal Kabupaten Way Kanan serta dihadiri oleh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Kepala Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Edward Antony juga mengatakan terkait dengan mewabahnya Virus Corona yang statusnya sudah menjadi Pandemi Global, tentu Pemerintah beserta jajaran harus terus melakukan langkah-langkah strategis untuk pencegahan wabah tersebut serta juga memperhatikan hal-hal yang menjadi dampak dari diberlakukannya Social Distancing selama 14 hari.

“Kita telah memberlakukan Social Distancing tentu terjadi berbagai permasalahan, seperti kelangkaan masker dan hand sanitizer termasuk beberapa bahan pokok yang kemungkinan mengalami kelonjakan karena terjadi pemborongan untuk stok selama masa isolasi mandiri. hal tersebut juga akan berdampak kepada rantai distribusi pangan lokal. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas terkait untuk dapat bersama-sama bersinergi untuk mengatasi ketersediaan pasokan pangan di Kabupaten Way Kanan dan untuk sementara tidak melakukan ekspore”, ujar Wakil Bupati Edward Antony.

Selanjutnya, Wakil Bupati Edward Antony juga meminta kepada TNI dan Polri untuk mengerahkan anggota di Kecamatan dan Kampung yang bekerjasama dengan UPT Puskesmas dan Camat untuk membantu mensosialisasikan terkait Virus Corona agar masyarakat tidak panik dan memahami harus berbuat apa dan bagaimana menghadapi isu-isu yang banyak tersebar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Selain itu, untuk Dinas Sosial untuk memantau Ranstra dan BPNT serta Kemenag agar mengumpulkan FKUB untuk mensosialisasikan terkait penundaan kegiatan keagamaan yang berhubungan dengan pengumpulan banyak orang. Serta Camat dan Kepala Kampung bersinergi dengan jajaran TNI/Polri di Tingkat Kampung untuk menertibkan dan tidak mengizinkan masyarakat untuk kegiatan pengumpulan orang banyak”, tegas Wabup Edward Antony yang juga meminta Dinas Dukcapil untuk menghentikan sementara pelayanan baik di Kantor maupun di Lapangan sesuai dengan Surat dari Kementerian.

Ditempat yang sama, Sekda Saipul dalam laporannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Way Kanan terkait Pencegahan Penularan Virus Corona di Kabupaten Way Kanan untuk masyarakat, Satuan Pendidikan dan Jajaran Pemerintah Daerah dimana diberlakukan Social Distancing selama 14 Hari terhitung mulai tanggal 17 Maret sampai dengan 30 Maret 2020 mendatang.

“Selain itu, juga telah dibentuk Gugus Tugas di Tingkat Kabupaten sampai Kecamatan terkait Pencegahan Penularan COVID-19. Sementara untuk tingkat Kampung, Gugus Tugas dibuat secara mandiri oleh Camat. Setelah dibentuk Gugus Tugas, disusun langkah-langkah strategis Rencana Aksi Gugus Tugas diantaranya melakukan Sosialisasi kepada masyarakat, pemantauan serta penyemprotan cairan disinfektan di tempat-tempat fasilitas umum dan pelayanan publik”, ujar Sekda Saipul.

Diketahui, berdasarkan pantauan Tim Gugus Tugas hingga saat ini di Kabupaten Way Kanan terdapat 240 Orang Dalam Pantauan (ODP) yang merupakan masyarakat yang datang baik dari Luar Daaerah maupun Luar Negeri. Untuk menekan angka ODP tersebut, maka diminta masyarakat melakukan isolasi mandiri dan tidak melakukan aktifitas di luar rumah atau keluar rumah kecuali amat penting.
“Terkait dengan hal tersebut, terkait Anggaran, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan Isolasi Mandiri, dan tidak melakukan kegiatan pengumpulan orang banyak baik keagamaan maupun perkumpulan organisasi merupakan persoalan yang dihadapi saat ini. Selanjutnya, penundaan perjalanan dinas sesuai intruksi Gubernur, penundaan pelaksanaan HUT Kabupaten Way Kanan serta tetap melaksanakan kegiatan rutin dan administrasi kedinasan baik dari Rumah maupun di Kantor”, pungkas Sekda Saipul.

Diketahui, usai memimpin Rakoor Rencana Aksi Pencegahan COVID-19, selanjutnya Wakil Bupati Edward Antony bersama Sekda Saipul dan Jajaran Forkopimda serta Gugus Tugas melakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan di Stasiun Blambangan Umpu, Masjid Agung KM 2, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kejaksaan Negeri Way Kanan, Lapas Kelas II B Way Kanan serta Ruang Pelayanan SIM Polres Way Kanan.

Direncanakan, pada Tanggal 24 Maret sampai dengan 30 Maret 2020 akan dilakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan diseluruh Tempat-tempat Fasilitas Umum di Kampung serta seluruh perkantoran Pemerintah Kabupaten Way Kanan.(sangun)