Bupati Toba Berikan Bantuan Kepada Korban Bencana Angin Puting Beliung

Iklan Semua Halaman

.

Bupati Toba Berikan Bantuan Kepada Korban Bencana Angin Puting Beliung

Sku Metropolitan
Rabu, 15 April 2020


TOBA, METRO-  Bupati Toba, Darwin Siagian, berikan bantuan kepada 33 keluarga korban bencana angin puting beliung yang berada di 9 desa di Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba (Senin, 13/4/2020).

Hujan di sertai angin kencang di Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba, Sumatera Utara pada hari Minggu (12/04/2020) mengakibatkan 34 unit rumah mengalami kerusakan. Bahkan hujan dan angin kencang tersebut juga disertai es sebesar kerikil.

Pada saat kejadian Bupati Toba mendapat kabar dan langsung turun pada hari itu juga ke lokasi untuk melihat kondisi warga serta memberikan dukungan moril kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan tersebut. Saat itu juga Darwin memerintahkan jajaranya untuk segera melakukan tindakan tindakan apa yang harus diperbuat atau diberikan kepada korban bencana yang terjadi.

Bupati Darwin menyampaikan, kejadian seperti ini sudah dua kali dalam beberapa minggu terakhir, dan kita tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi. Hal ini kiranya menjadi alarm bagi kita untuk lebih waspada seiring dengan perubahan cuaca belakangan ini. 

“Seluruh masyarakat saya himbau untuk meningkatkan kewaspadaan, supaya mengecek kondisi bangunan tempat tinggalnya, terutama di bagian atap rumah. Jika sudah tidak bagus supaya segera diperbaiki untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan” ujarnya.

Adapun Jumlah rumah yang mengalami kerusakan tersebut berada di 9 desa yaitu Desa Ompu raja Hutapea terdapat 2 rumah mengalami kerusakan, Desa Ompu Raja Hutapea Timur 11 rumah, desa Sitangkola terdapat 1 rumah, Desa Simatibung ada 4 rumah mengalami kerusakan, di Desa Pardinggaran ada 10 rumah, Desa Sibuea ada 1 rumah, Desa Ompu Raja Hatulian terdapat 3 rumah, Desa Sibarani Nasampulu terdapat 1 rumah dan di Desa Tinggir Nipasir terdapat 1 rumah yang mengalami kerusakan sehingga total ada 34 rumah yang rusak yang tingkat kerusakannya berbeda beda.(sianipar)