Rizky Purnomo : PSBB Tahap ke-II Harus Efektif Agara Bisa Memutus Covid19

Iklan Semua Halaman

.

Rizky Purnomo : PSBB Tahap ke-II Harus Efektif Agara Bisa Memutus Covid19

Sku Metropolitan
Rabu, 29 April 2020


KAB BEKASI, METRO--MPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bekasi berharap teknis penerapan status Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), harus efektif dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Wakil Ketua MPC HIPMI Kabupaten Bekasi, Rizky Purnomo, SE, mengatakan, perpanjanagn PSBB hinga 14 Mei 2020, harus sudah menjalankan program serta memeperhatikan kebutuhan masyarakat. Masyarakat saat ini sangan membutuhkan kebutuhan pokok untu menyambung hidup. Bagaimana Covid19 bisa diputus kalau masyarakat masih berkeliaran untuk mencari nafkah?, ujarnya.

"Yang sangat diperlukan oleh masyarakat seperti, Bantuan Langsung Tunai dan Sembako yang real serta merata agar bisa dirasakan di semua elemen masyarakat secara bertahap.. Begitupun dengan Kebijakan Daerah, segera terbitkan PerBup terkait pajak Daerah, yaitu memberikan intensif pajak dalam rangka meringankan wajib pajak akibat dampak dari Covid19 terhadap dunia usaha maupun masyarakat pada umumnya.”ungkap Rizky.

Menurut Rizky, kita tahu penerapan PSBB tahap pertama yang dijalankan sungguh sangat tidak efektif untuk menekan penyebaran virus Covid19, karena pelaksanaan di lapangan nya tidak maksimal. Dapur Umum selalu kekurangan bahan logistik, Team Medis di desa,  yangg masih banyak mengeluhkan kekurangan bantuan APD, pendistribusian bantuan tidak merata dan transparan, masih banyak warga yang berlalu lalang ditempat keramaian, karyawan masih diperbolehkan bekerja, masih banyak orang yang berkumpul tanpa ada kepentingan mendesak, dan lain sebagainya, katanya.

Akan sangat berbahaya bagi ekonomi masyarakat jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibiarkan berlarut-larut tanpa tahu kapan akan dihentikan.

"Sangat berbahaya jika penerapan pembatasan sosial berlarut-larut. Durasi pembatasan sosial yang berkepanjangan tidak hanya memenjarakan masyarakat di rumah masing-masing, tetapi juga akan menuntun semua orang ke dalam perangkap kebuntuan yang bisa menyebabkan penderitaan" ujar pria yang juga aktif di Wakil Ketua Bidang DPP KNPI tingkat Nasional ini.

Dia menambahkan, bila PSBB masih terus terjadi, maka lapangan kerja akan semakin hilang. Hal itu berujung pada hilangnya upah maupun pendapatan masyarakat. Dampak yang paling mudah diprediksi adalah akan meningkatnya jumlah warga miskin.

Karenanya, PSBB tahap ke- II harus berhasil, yakni menghentikan penyebaran Covid-19 dan pasien yang sakit juga segera sembuh. Dengan demikian, kehidupan normal segera pulih, termasuk aktivitas perekonomian masyarakat.

"Jika ingin tidak terjadi kebuntuan akibat terhentinya aktivitas perekonomian, masyarakat Kabupaten Bekasi, harus berambisi segera memulihkan semua sendi dinamika kehidupan. Syaratnya, harus ditumbuhkan kesadaran dan keinginan memutus rantai penularan Covid-19 secara bersama, "  ujar Pemuda yg akrab dipanggil Rizky ini.(ELY)