Tri Adhianto: Masih banyak Masyarakat yang Belum Paham PSBB

Iklan Semua Halaman

.

Tri Adhianto: Masih banyak Masyarakat yang Belum Paham PSBB

Sku Metropolitan
Jumat, 17 April 2020


KOTA BEKASI, METRO—Hari ke dua penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Bekasi, masih banyak masyarakat baik dari luar Kota Bekasi yang belum tau dan faham apa itu PSBB. Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat melakukan Cek Poin Jumat (17/4).

Wakil Walikota Kapolres Metro Bekasi Kota dan Kodim 0507 datangi enam titik terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dari enam titik yang di datangi bersama tiga pilar TNI- Polri yakni, Perbatasan Giant Bekasi Utara, Perbatasan  di Taman Kebalen Bekasi Utara, Perbatasan Bekasi Timur-Tambun, dan Perbatasan Kalimalang.

Tri  dalam pemantauannya  memastikan agar Penerapan  Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Bekasi berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, dengan memberikan informasi dan pemahaman kepada pengguna kendaraan bermotor, agar tertib dan mengerti terhadap situasi saat ini dengan mematuhi segala aturan yang Pemerintah Kota Bekasi terapkan. Karena masih banyak warga baik dari dalam maupun dari luar Kota bekasi yang belum tau dan faham apa itu Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Kedepannya akan kami tindak tegas jika masih ada masyarakat dan pengendara baik roda dua maupun roda empat yang tidak mematuhi aturan Penerapan PSBB ini dengan tujuan memberikan pemahaman bahwa COVID -19 ini jangan di anggap biasa atau di anggap remeh sehingga kita bisa memutus matarantai penyebarannya secara masif yang berdampak pada nyawa manusia.

Pada kesempatan yang sama Mas Tri Adhianto bersama Tiga Pilar juga mengunjungi beberapa dapur umum seperti Kecamatan Bantar Gebang dan Kecamatan Jatisampurna, dapur umum yang di buka pada setiap Kecamatan ini disediakan untuk warga Kota Bekasi yang terdampak COVID-19, dan petugas- petugas Kelurahan, Kecamatan, serta petugas yang menjaga perbatasan di mana akan disuplai makan siangnya.

Hal ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah, baik kepada warganya yang sulit mendapatkan makanan dan untuk para pegawai yang bertugas di tengah wabah COVID-19 ini, pungkas Mas Tri. (ely/bresman)