Walikota/Bupati Sejabodetabek Ikuiti Rakor Melalui Vedio Confrence dengan Ketua Gugus Covid-19 Pusat

Iklan Semua Halaman

.

Walikota/Bupati Sejabodetabek Ikuiti Rakor Melalui Vedio Confrence dengan Ketua Gugus Covid-19 Pusat

Sku Metropolitan
Senin, 11 Mei 2020


KOTA BEKASI, BEKASI, METRO --Ketua BNPB GUGUS COVID-19 Pusat melakukan gelar Rapat koordinasi dengan Kepala Daerah Walikota dan Bupati se Jabodetabek melalui Video Confrence mengenai laporan terkini jumlah PDP, ODP, Pasien yang sembuh dan Pasien yang meninggal. Setiap kepala daerah  memberikan laporan terkait kendala apa saja yang terjadi dilapangan pada setiap daerah masing-masing (10/05/20).

Walikota Bekasi di dampingi jajaran Forkompinda dan Perwakilan BNPB, Kolonel Infantri Togas serta anggota Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi.

Data dari pemkab bogor mengenai PSBB terhitung sampai tanggal 10 mei sudah mencapai 4500 kendaran bermotor roda 4 dan roda dua yang di arahkan untuk memutar haluan kembali ke daerah asal pengendara. Kendala yang ada dilapangan bukan hanya sering ditemukan pelanggar yang tidak menggunakan masker, akan tetapi banyak pula para pengendara yang tidak cooperatif dalam penerapan PSBB ini.

Bupati bogor meminta kepada ketua gugus covid 19 pusat agar bisa membuat suatu kebijakan dengan tidak memberikan kelonggaran mudik pada masyarakat yang berada di daerah-daerah khususnya yang sudah terdata sebagai masyarakat yang tinggal di zona merah, karena dikhawatirkan upaya yg telah dilakukan dari awal mengenai psbb akan berjalan sia2. Pungkas Bupati Bogor.

Walikota tanggerang Selatan pun turut serta memberikan laporan terkini dirapat koordinasi ZOOM Vidcon. Inti pesan dari walikota tanggerang selatan selama ini mengenai program psbb, yang menjadi pertanyaan walikota tanggerang selatan "sampai kapan kita akan bertahan dalam keadaan situasi seperti ini, sedangkan ekonomi masyarakat sudah sangat terbilang genting. Sampai Kapan kita akan berdamai dengan covid-19 ini. Ujar walikota tanggerang selatan" .

Walikota bekasi Dr. Rahmat Efendy memberikan laporan mengenai data ODP, PDP. Dan Menginformasikan juga mengenai program Tes Swab yang telah di lakukan di beberapa Stasiun, di Gor Patriot Chandrabaga, dan di Pasar-pasar, bahkan sampai ke perusahaan yang ada di Kota Bekasi. Aksi cepat tanggap Bapak walikota Bekasi terus dengan terus melakukan monitoring, Bagi pasien yg sudah melakukan tes swab dan terdata positif, Bapak Walikota Bekasi pun mengintruksikan "langsung ambil tindakan untuk dilakukan penjemputan pada pasien dan di lakukan rujukan ke rumah sakit. Ujar Dr. Rahmat Efendy".

Dengan hal ini kami berharap agar masa pandemi  covid-19 ini segera berakhir, kami selalu menghimbau  dan merangkul masyarakat kota bekasi bisa lebih tergerak untuk mengikuti aturan Penerapan PSBB demi berlalunya dengan segera pendemi ini sehingga kita semua bisa kembali menjalani rutinitas sehari-hari seperti sedia kala.

Dari semua tanggapan masing-masing Bupati dan Walikota Sejabodetabek, Ketua Gugus Tugas Pusat COVID-19 kembali mengingatkan bahwa tidak ada mudik,"Saya perjelas sekali lagi tidak ada mudik, dan kepada petugas medis tidak adalagi yang tidak menggunakan APD, dan semua kendala yang ada di masyarakat pada penerapan PSBB ini, diharapkan kepada petugas untuk pandai-pandailah mengingatkan kepada masyarakat terkait PSBB,dan bagi masyarakat yang sering berinteraksi dengan banyak orang atau bepregian maka usahakan untuk melakukan tes Covid minimal seminggu sekali.  ",ujarnya. (bresman/ely)