Wamenhan RI Tuntaskan Santunan Anak Yatim Piatu di Kota Bekasi

Iklan Semua Halaman

.

Wamenhan RI Tuntaskan Santunan Anak Yatim Piatu di Kota Bekasi

Sku Metropolitan
Minggu, 17 Mei 2020


KOTA BEKASI, METRO—Wakil Menteri Pertahanan Republik Indinesia, Sakti Wahyu Trenggono didampingi Istri dan ananaknya, kembalik datang ke Kota Bekasi untuk menuntaskan niatnya menantuni anak yatim piatu di 12 Kecamatan.


Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyambut hangat kedatangan Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono bersama istri dan anaknya ke Stadion Patriot Candrabhaga (PCB) Kota Bekasi yang menjadi pusat gugus tugas penanganan Covid 19 Kota Bekasi.

Kedatangan Wamenhan RI, menuntaskan niat dari hatinya untuk menyantuni anak yatim piatu di 12 Kecamatan Kota Bekasi. Pada hari ini, 7 Kecamatan yang mengirimkan anak yatim piatu nya ke Stadion PCB sedangkan pada hari jumat kemarin, Wamenhan memberikan santunan untuk 5 Kecamatan di kediamannya.


7 Kecamatan yang membawa anak yatim tersebut diantaranya, Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Mustika Jaya, Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Pondok Melati, dan Kecamatan Jatisampurna.

"Hikmahnya, anak anak yatim yang hadir disini bisa melihat kemegahan Stadion PCB yang di miliki Kota Bekasi dan tak kalah dengan stadion stadion lain" ujar Wali Kota.

Wali Kota Bekasi ucapkan terima kasih banyak kepada Trenggono yang sudah peduli terhadap anak yatim di 12 Kecamatan Kota Bekasi, tentunya ini sebagai ladang ibadah bagi kita semua, sebagai manusia kita pasti mencari yang baik dan yang terbaik.

Dalam sambutannya, dijelaskan oleh Wali Kota Bekasi bahwa 5000 alat rapid test yang diberikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto telah kami gunakan dan sedang berjalan untuk mengetes di 1017 RW se Kota Bekasi. 

"Kita belum aman pada Covid 19, kasus kemarin di Kelurahan Bintara Jaya Kecamatan Bekasi Barat, ada sekeluarga, pada saat ditemukan interaksi 5 terpapar positif, kini sudah berada di RSUD rujukan. Untuk RSUD sekarang tidak dipusingkan lagi untuk 14 hari masa isolasi bagi pasien positif Covid 19, karena pada 5 atau 6 hari sudah bisa keluar, prosesnya dirawat diisolasi dengan ketekunan, lalu di PCR test pertama masih positif di kedua dan ketiga test sudah keluar negatif bisa dinyatakan pulang, akan tetapi tetap di rumah melaksanaan isolasi mandiri." Papar Wali Kota.

Wamenhan RI berharap pulihnya bumi yang kita pijak kembali berjalan normal dan hilangnya wabah yang tak terlihat ini, karena laporan demi laporan telah diterima juga di Kementerian Pertahanan RI, semoga dengan cepat kita bisa kembali lagi dan beraktivitas lagi. (bresman/ely)