Gabungan Ormas Islam Unjuk Rasa di Depan Gedung Sate, Tolak RUU HIP

Iklan Semua Halaman

.

Gabungan Ormas Islam Unjuk Rasa di Depan Gedung Sate, Tolak RUU HIP

Kamis, 25 Juni 2020

BANDUNG, METRO - Massa aksi yang tergabung dalam Forum Umat Islam (Formasi) dan sejumlah Ormas Iainya menggelar aksi unjuk rasa menutut RUU Haluan Idiologi Pancasila (HIP) di tarik dari Prolegnas di depan Gedung Sate Jln Diponegoro Kota Bandung, Rabu (24/6/2020).

Sejumlah spanduk bertuliskan penolakan RUU HIP, antara lain bertuliskan “Tolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila” dan “PKI itu pengkhianat” dibentangkan oleh para pendemo.

Encep Saepudin, mengatakan, kami dari forum umat Islam siaga ummat dengan beberapa elemen ORMAS, LSM ,Paguron dan para Ulama Kiai siap menjaga Pancasila dan NKRI, kami mendukung maklumat MUI untuk secara cepat menghentikan RUU HIP bukan di tunda tapi di batalkan, ujarnya.

Tangkap dan periksa perancang RUU HIP siapa dia dan siapa dia yang menyuruhnya. Kami berteriak siap untuk melawan komunis di Republik Indonesia karena komunis adalah musuh rakyat Indonesia, kami disini atas nama Ormas Islam dan rekan – rekan semua secara edukasi menyampaikan kepada rakyat, ummat dan anak – anak kami bahwa komunis adalah ateis komunis haram di Republik Indonesia dan saya sebagai anak Bangsa dan rekan – rekan ORMAS bangga menjadi musuh komunis , kami siap berdarah – darah untuk melawan bangkitnya komunis,  kata Encep.

Sementara itu, Eti Kusniati, Kepala bidang kewaspadaan Daerah Kesbangpol Provinsi, yang datang menemui pendemo mengatakan, saya sampaikan dulu apa permintaan dari temen temen Formasi apa keinginanya ketemu dengan Gubernur. Pembicaraanya saya tidak tahu mungkin nanti dengan pak Gubernur yang mungkin intinya teman – teman dari Formasi orasi penolakan RUU HIP dan ingin bertemu Gubernur, ucapnya.


Pak Gubernur itu adalah sebagai orang tua dari masyarakat seluruh Jawa Barat dan dari tokoh – tokoh juga jadi mereka ingin konsultasi sama pak Gubernur. Harapan saya di situasi pandemi kita harus jaga jarak jangan sampai ada klaster baru sementara kita berjuang pak Gubernur terutama untuk COVID ini segera berahir,  ” kata Eti.  (Supriyanto)