Gele!!!!!!!!!!! Oknum Pendamping PKH di Desa Sukakerta Diduga Sunat Dana PKH

Iklan Semua Halaman

.

Gele!!!!!!!!!!! Oknum Pendamping PKH di Desa Sukakerta Diduga Sunat Dana PKH

Sku Metropolitan
Selasa, 02 Juni 2020

KAB. BEKASI, METRO Kementerian Sosial Republik Indonesia memberikan bantuan sosial (bansos) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) langsung ditransfer lewat rekening masing-masing penerima.

PKH tersebut merupakan program pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin dan rentan. Tujuan PKH tersebut untuk meningkatkan taraf hidup KPM, mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga, menciptakan perubahan prilaku dan kemandirian KPM, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, mengenalkan manfaat produk dan jasa keuangan formal kepada KPM.

Ironisnya,si Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sukakerta Kecamatan Sukawangi, Kabupaten bekasi malah tidak sesuai,  diduga  dilalukan pemotongan dari jumlah nilai yang diberikan oleh oknum pendamping PKH melalui ketua kelompok KPM PKH .Pasalnya , setelah KPM PKH  memprint out buku rekening tabungan nya di bank BNI sebagai penyalur program tersebut KPM PKH  dapat mengetahui berapa jumlah yang seharus nya diterima.

Saat dikomfirmasi Wartawan Mentropolitan terkait hal itu kepada salah satu Ketua Kelompok KPM PKH beinisial NH mengatakan, sistem pencairan tersebut terlebih dahulu dihubungi oleh petugas Pendamping PKH untuk menggunpulkan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM)  dan menulis nama sama Nomor Pinya.

“Setiap pencairan saya ditelepon dari Pendamping PKH untuk mengumpulin Kartu ATM Anggota, Lalu menulis nama dan Nomor Pin saat pencairan bantuan , kemudian dicairkan ,” Ucap NH, minggu (17/05).

Lanjutnya,NH menjelaskan  setelah pendamping mencairkan dan menyerahkan nya untuk dibagikan kepada anggota KPM.

“ Pas begitu ada yang memprint out buku rekening dari salah satu anggota KPM PKH, awalnya mereka menuduh saya yang memotong haknya, karena merasa penasaran sayapun memprint out  rekening buku tabungan, hasilnya saya pun sama dengan mereka yang dibohongi oleh pendamping PKH, tidak taunya saya juga menerima hak saya itu tidak sesuai yang diberikan dari pendamping ." jelasnya.

Menurutnya, selama ini yang memegang buku tabungan dan ATM adalah Pak Sodikin, sebagi pendamping PKH, tetapi setelah virus Corona merebak,  pendamping meyerahkan buku tabungan beserta ATM nya. Kami selama ini sudah dibohongi oleh pendamping PKH. Saya tidak pernah mengerti urusan Bank, maka yang berurusan adal Pak Sodik, ujarnya.

Dia menambahkan, kami menjadi perserta PKH sejak tahun 2013, selama ini kami terima uangnya dari Sodik, kadang Rp 120.000, Rp 150.000. padahal dalam prinan buku tabungan telah ditarik Rp 500.000, katanya polos.

Dilokasi yang berbeda salah satu anggota KPM PKH  yang berinisial HN, mengatakan,  bahwa selama ini yang memengang buku rekening  adalah Pendamping PKH semenjak terdapatar sebagai penerima, Iapun mengakui bukunya diterima belum lama ini.

“semenjak dapat bantuan PKH saya  tidak memengang buku rekekening dan dikasih  nya belum lama ini belom." Ungkap HN saat kepada Wartawan Metropolitan.

HN menambahkan setelah buku rekening diterimanya, Iapun langsung ke Bang BNI untuk memprint out rekening Koran dan mengetahui  bahwa, bantuan yang diterimanya tidak sesuai dengan yang ditarik melalui ATM, karena sudah dilakukan pemotongan pendamping.

“Seharusnya yang saya terima itu Rp.1.375.000, tapi yang di kasih ke saya Rp.1.150.000 pada bulan januari tahun 2018. Bukan itu saja kalo di lihat dari hasil print out rekening korannya itu benar-benar tidak sesuai apa yang saya terima." cetusnya.

Hingga berita ini dibuat, Pengamping PKH Sukakerta, Sodik, belum berhasil dikomfirmasi Wartawan SKU Metropolitan. (Karsim)