Siswa Miskin Yang Tidak Tertampung di Sekolah Negeri, Akan Difasilitasi

Iklan Semua Halaman

.

Siswa Miskin Yang Tidak Tertampung di Sekolah Negeri, Akan Difasilitasi

Sku Metropolitan
Jumat, 12 Juni 2020

KOTA DEPOK, METRO-- Dampak pademi covid- 19 yang meruntuhkan hampir seluruh sendi sendi kehidupan, menjadikan masyarakat kesulitan dalam menjalankan kehidupannya sehari hari, termasuk dalam urusan pendidikan.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Propinsi Jawa Barat, terus hadir dengan memberikan yang terbaik kepada masyarakatnya. Begitu juga dalam urusan pendidikan, berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk memberikan kuota 2% kepada tenaga medis yang menagani langsung Covid 19, dan jaminan siswa tidak mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri, akan difasilitasi masuk kesekolah-sekolah swasta dengan gratis.
Keseriusan pemerintah Propinsi Jawa barat untuk membantu siswa miskin, Bab, ini telah dimasukkan dibagian petunjuk teknis yang sudah resmi dikeluarkan Disdik Propinsi Jawa Barat. Bahwa calon peserta didik yang tidak mampu, yang tidak lolos dipilihan I dan pilihan II akan disalurkan ke sekolah swasta dengan dibiayai Disdik Jabar.
Hal itu pun diperkuat dengan pernyataan Kadis Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika, lewat Kasubag  Perencana dan pelaporan Disdik Propinsi Jawa Barat Edy Purwanto, Rabu 10/6/ 2020 lewat WhatsApp.
''Pemprop Jawa Barat akan menyalurkan siswa miskin yang tidak tertampung di sekolah- sekolah negeri, Khusus SMA/SMK  ke sekolah swasta  dan memberikan subsidi 2 juta /siswa/tahun.Dan tentu saja harus memiliki surat keterangan miskin yang memiliki kartu KIP dan KIS.'' ujarnya.
Dalam pesannya Kadisdik juga menegaskan, apabila sekolah swasta tidak mau menerima siswa yang tidak mampu akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan.
Dalam Petunjuk teknis PPDB yang sudah di keluarkan oleh Dinas pendidikan Propinsi Jawa Jabar disebutkan, kuota yang diberikan kepada SMA/SMK Negeri untuk siswa tidak mampu hanya diberikan 20% dari daya tampung sekolah.
Usep Kasman, kepala sekolah SMA negeri 12 Depok mengatakan terkait penyaluran siswa miskin apabila tidak di terima SMA/SMK Negeri, para kepsek telah sepakat untuk setiap orang tua yang datang kesekolah harus selalu diberitahukan akan hal ini sebagai bentuk sosialisasi. Juga disetiap Vidio Converence ( ViCon ) dengan kepala sekolah SMP hal ini selalu disampaikan.
''Misalnya daftar Keluarga Ekonomi Tidak Mampu  (KETM) di SMAN 12 Depok tidak diterima, kemudian kita arahkan  untuk daftar ke sekolah swasta dan diterima ( masuk Dapodik ) dan lapor ke kita disertai bukti pernah daftar di SMA 12, nanti akan kita usulkan ke Disdik melalui KCD. Pokoknya asal terdata bisa di usulkan untuk mendapat bantuan,'' kata Usep yang juga sekretaris MKKS Kota Depok. ( Jalampong R )