Tugino: Disiplin Kunci Keberhasilan Mengembangkan Pendidikan

Iklan Semua Halaman

.

Tugino: Disiplin Kunci Keberhasilan Mengembangkan Pendidikan

Sku Metropolitan
Selasa, 23 Juni 2020

Tugino kepala sekolah SMA Negeri 6 Depok


KOTA DEPOK, METRO-- Mutu pendidikan ditentukan oleh Kepemimpinan kepala sekolah, baik kaitannya dengan aspek akademik maupaun non akademik yang harus mampu membentuk krakter siswa dengan aklak mulia. Kepala sekolah punya peran kunci dalam memberi pendidikan dan pembelajaran yang bermutu.

Untuk mengimplementasikannya, kepala sekolah mempunyai cara tersendiri, bagaimana mengembangkan sekolah lebih maju untuk mencapai suatu kwalitas pendidikan. Demikian kata Tugino kepala sekolah SMAN 6 Depok ketika ditemui awak SKU Metropolitan di Kantornya, Selasa ( 23/6)
Tugino mengaku,  sudah paham betul seperti apa dan bagaimana cara untuk mengembangkan sekolah lebih maju. Karena dia sudah 27 tahun mendedikasikan hidupnya menjadi tenaga pendidik. Menerapkan disiplin adalah kunci keberhasilan untuk mengembangkan sekolah.
'' Saya dilahirkan dari keluarga tentara, sejak kecil kita tinggal di asrama, kita sudah melihat kedisiplinan seorang tentara. Dari situ saya belajar dan berfikir ketika saya disekolah, akan  menarapkannya.''ujar Tugino.
Pola militer yang kita terapkan adalah, yang berbasis pesantren. Yang siswa yang beragama Islam harus bisa Ngaji dan siswa yan beragama Kristen harus bisa membaca Alkitab.
Disiplin itu harus dimulai dari kita sebagai pemimpin. Awal memimpin di sekolah ini, saya selalu masuk setengah 6 pagi, satu jam lebih awal. Jam setengah 6 sudah ada di sekolah sambil mengamati keadaan. Jam berapa siswa masuk sekolah, begitu juga dengan guru-guru, jam berapa  mereka masuk. Selalu saya amati, dan saya yang pegang kunci pagar sekolah,''tandasnya.
''Apa yang kita lakukan selama 3 bulan harus dievaluasi dan pelajari, guru dan siswa masih banyak yang suka terlambat. Konsep kita adalah, saya ikut anda apa anda ikut saya. Saya tidak otoriter, kalau saya otoriter tidak mungkin saya suruh Ngaji atau kebaktian.''sambung Tugino.
Menurutnya, Konsep yang diterapkan sangat membawa efek yang postif terhadap siswa. Faktanya, banyak siswa yang sudah lulus diterima masuk sekolah brimob, sekolah maritim dan kebanyakan sekolah kedinasan.
Bukan itu saja kata Tugino,  sekolah ini tiap tahun selalu mengalami peningkatan kwalitas. Hal itu dibuktikan banyaknya lulusan SMA 6 ini masuk jalur undangan tiap tahunnya.
''Awal saya disini,  lulusan SMA Negeri 6  yang masuk jalur undangan baru berkisar 30 orang, selanjutnya selalu mengalami peningkatan. Pada tahun ajaran 2018-2019  SMAN 6 Depok ini menempatkan 274 siswanya masuk Perguruan Tinggi Negeri. Untuk tahun ini, yang masuk PTN  belum bisa kami laporkan karena masih tahap pengumpulan data'', ujar Tugino.
Begitu juga dibidang Non Akademik SMAN 6 juga tidak kalah. Menurut Tugino dalam kurun waktu 5 tahun ini, 356 tropi kejuaraan telah terkumpul, mengisyaratkan prestasi sekolah ini bagus di non akademik.
Menurut Tugino, sekolah yang lebih maju tetap menjadi acuannya, berkaca dari mereka. Tugino mengaku sering berkonsultasi kesekolah yang lebih maju. Dia punya beberapa konsultan untuk perkembangan sekolah lebih maju, seperti SMA  8 Jakarta , di Bogor SMA 1 dan Depok SMA 1 dan 2, kalau SMA 1 Depok dikenal dengan basis IT nya.
Dia sangat mengapresiasi guru-guru serta tim IT Nya yang masih muda-muda, yang menurut penilaianya sangat kreatif, cekatan, Enerjik. ''Yang hebat itu adalah mereka, saya hanya pengendali saja,'' ucapnya.
Menurutnya, pengembangan akademik sekolah butuh trobosan. Salah satu trobosan yang dilakukan adalah dengan mengirim siswa mengikuti lomba di Perguruan Tinggi, seperti UI, UGM,  Umpad dan perguruan tinggi lainya, sehingga lulusan SMAN 6 banyak yang diterima disana.
''Apa yang saya lakukan, hanyalah untuk mengenalkan ketika saya mau pensiun, sistim apa yang bisa ditanam di sekolah, bagaimana meninggalkan kesan sekolah itu bisa berkembang. Kompetensi akan mempengaruhi realisasi, tutupnya. (Jalampong R)