Panitia PPDB SMAN 3 Tamsel Diduga Rekayasa Jarak

Iklan Semua Halaman

.

Panitia PPDB SMAN 3 Tamsel Diduga Rekayasa Jarak

Sku Metropolitan
Sabtu, 11 Juli 2020


KAB. BEKASI, METRO-- Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi dikeluhkan sebagian wali murid. Pasalnya, ada dugaan kecurangan. Yakni memanipulasi jarak domisili calon siswa dengan sekolah tujuan.  

Salah seorang wali murid, Murni, mengaku kecewa dengan adanya dugaan manipulasi jarak pada PPDB jalur zonasi di SMA Negeri 3 Tambun Selatan. Menurut dia, anaknya tidak dapat diterima di sekolah yang diinginkan karena diduga banyaknya calon siswa mendadak pindah ke sekitar sekolah.
"Saya merasa menjadi korban dari permainan jalur zonasi. Padahal sudah jelas sesuai persyaratan PPDB jalur zonasi, kalau perubahan KK itu minimal satu tahun," ungkapnya.

Murni menambahkan, jumlah siswa yang akan diterima melalui jalur zonasi di SMA Negeri 3 Tambun Selatan kurang lebih 200 orang. Jarak terjauh yakni 666,299 meter, padahal  anak tetangga saya bisa masuk dengan jarak 623,709 meter. Sementara jarak tempat tinggal saya dibuat oleh panitia PPDB kurang lebih 1.300 meter. Kenapa anak saya dengan anak tetangga bisa jaraknya beda jauh?, padahal rumah kami hanya beda blok, katanya heran.

Dia menambahkan, kami menduga panitia PPDB SMA Negeri 3 Tambun Selatan ada rekayasa untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari orang tua siswa. Kami mengharapkan pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Jawa Barat, mengevaluasi hasil seleksi PPDB di SMA Negeri 3 Tambun Selatan, ujarnya berharap.

“Kami meragukan calon siswa dengan jarak 666,299 bisa mencapai kurang lebih 200 orang? katanya.
Sementara, terkait keluhan orang tua siswa, Kepala SMA Negeri 3 Tambun Selatan, Sayoga, ketika disambangi di kantornya, tidak berada di sekolah. Dihubungi melalui ponselnya, juga tidak menjawab.(dpt/arnol)