Penerima BLT di Desa Sumberjaya Diduga Salah Sasaran

Iklan Semua Halaman

.

Penerima BLT di Desa Sumberjaya Diduga Salah Sasaran

Sku Metropolitan
Rabu, 15 Juli 2020
Menteri Sosial, Juliari P. Batubara saat meninjau penyaluran BLT Rabu (27/5) di Desa Sumberjaya


KAB. BEKASI, METRO---Pemerintah pusat sudah mengucurkan beberapa jaring pengaman sosial. Namun, masih banyak ditemui bantuan yang tidak tepat sasaran. Sejumlah temuan di sejumlah daerah mengakibatkan kekacauan masyarakat, akibat krisis dan kesalahan penyaluran bantuan.

Diantaranya Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diduga puluhan  penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial tidak tepat sasaran. Hal itu dikatakan Aldo, Warga Perumahan Villa II, Desa Sumberjaya. 

Aldo mengatakan, masyarakat yang menerima BLT dari Kementerian Sosial diduga tidak sesuai dengan data yang diajukan oleh ketua rukun tetangga (RT). Hal itu terbukti dengan datangya surat dari kantor Pos Indonesia ke penerima bantuan BLT, agar mengambil dananya di kantor Pos selama tiga bulan, mulai dari bulan April, Mei, dan Juni 2020.

Menurutnya, beberapa penerima BLT ada yang sudah pindah. Bukan hanya pindah domisili, administrasi kependudukannya juga sudah pindah ke kawasan elit di Grand Wisata sejak akhir tahun 2018. Ekonomiya juga tergolong orang kaya, tetapi masih mendapatkan surat dari kantor Pos Indonesia sebagai penerima BLT sebesar Rp. 600.000/bulan, selama tiga bulan, ujarnya.

Dia menambahkan, sekitar awal bulan April 2020, ada surat dari Dinas Sosial Kabupaten Bekasi ditindaklanjuti oleh Pemerintah Desa Sumberjaya, ke RT untuk melakukan pendataan warga yang terdampak Covid-19.  Tetapi, data yang diajukan ketua Rt tersebut tidak tercantum dalam daftar penerima BLT. Kami menduga, Pemerintah Desa Sumberjaya tidak mengajukan data dari RT, melainkan data dari kependudukan yang ada di di Kantor Desa, tambahnya.

Kepala Desa Sumberjaya, Matam, ketika dikonfirmasi ke kantornya terkait peneriam BLT yang diduga tidak tepat sarasan, tidak ada di tempat. Konfirmasi tertulis, Nomor. 012/Konf/Red/MP/VI/202, tertanggal 16 Juni 2020, juga tidak ada jawaban.

Sumber Metropolitan yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan, terjadinya penyaluran BLT tidak tepat sasaran diakibatkan sempitnya waktu untuk melakukan rekapitulasi data. Surat dari Dinas Sosial Kabupaten ke Kecamatan tanggal 4 April 2020, selanjutnya diteruskan ke Desa. Sementara data penerima bantuan harus sampai ke Dinas Sosial tanggal 5 April 2020. Diduga pihak Desa hanya mengajukan data kependudukan yang ada di kantor Desa.

“Kalau data kependudukan yang diajukan dari warga yang tinggal di perkampungan, masih bisa sesuai, tetapi karena diajukan warga yang tinggal di perumahan, mengakibatkan salah sasaran. Warga yang tinggal di perumahan mungkin ada yang pindah, bahkan ada Aparatur Sipil Negara (ASN). Saya sendiri sebagai ASN tercantum, tetapi tidak saya ambil, ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Sosial, Juliari P. Batubara, didampingi Sekretaris Kecamatan Tambun Selatan, Tanjung, dan Kepala Desa Sumberjaya, H. Matam, meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (27/5).
"Kami meninjau langsung proses penyaluran bantuan sosial bagi warga yang terdampak COVID-19," ujarnya Juliari.
Juliari P. Batubara mengatakan, pemerintah menyalurkan sesuai dengan data yang diajukan oleh Desa melalui pemerintah daerah. Jadi, kalau ada yang tidak tepat sasaran, silahkan tanya langsung kepada kepala Desa, katanya.
Ditempat yang sama, salah seorang warga Desa Sumberjaya mengatakan, penyaluran BLT tidak tepat sasaran. Kami menduga pemerintah Desa tidak melakukan pendataan dengan benar, katanya.
Terpisah, Tigor Tampubolon, yang menerima surat melalui Pos Indonesia sebagai peserta penerima BLT mengatakan, saya sudah satu tahun lebih pindah alamat ke Grand Wisata, tetapi kami masih terdaftar sebagai penerima BLT dari Kementerian Sosial. Saya tidak tahu, siapa yang mendaftarkan keluarga kami sebagai penerima BLT, katanya dengan nada heran.
“Rumah saya di Perumahan Villa Bekasi, Desa Sumberjaya  II, sekarang ini kosong. Hanya sesekali kami melihat keadaan rumah tersebut. Sebelumnya kami tinggal di perumahan tersebut,” ungkapnya.
Tigor menambahkan, saya menduga Pemerintahan Desa Sumberjaya dan Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak melakukan pendataan yang tepat. Kalau ditinjau ulang, pasti ada beberapa warga penerima yang tidak tepat sasaran, ujarnya. (arnol/dpt)