Partai Gerindra Rekomendasikan CAKADA di 8 Kab-Kota Jabar

Iklan Semua Halaman

.

Partai Gerindra Rekomendasikan CAKADA di 8 Kab-Kota Jabar

Sku Metropolitan
Minggu, 30 Agustus 2020

BANDUNG, METRO-  Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jabar Brigjen TNI (purn) Taufik Hidayat umumkan nama-nama yang direkomendasikan untuk calon Kepala Daerah (Cakada) di 8 Kabupaten/Kota Jawa Barat.

Nama-nama Calon Hupati/Wakil Bupati dan Calon Wali Kota/Wakil Wali Kota yang diusung partai Gerindra bersama partai koalisi:

Kota Depok, koalisi Gerindra-PDIP: H. Pradi Supriatna-Hj. Afifah Aliyah
Kabupaten Bandung, koalisi Golkar-Gerindra: Nia Kurnia Agustina-Drs. Usman Sayogi
Kabupaten Pangandaran, koalisi PDIP, Gerindra, PAN, PKS, PPP, Perindo : H. Jeje Wiradinata-H. Ujang Sendin Indrawan

Kabupaten Karawang, koalisi PKB-Gerindra: H. Akhmad Zamakhsyari-Yusni Rinzani
Kabupaten Indramayu, koalisi PDIP, Gerindra, Nasdem: Hj. Nina Agustina Da’i Bachtiar-Lucky Hakim.

“Kami semua bangga kepada para kesatria ini untuk mengabdikan dirinya bagi rakyat, negara dan bangsa,” kata Taufik dalam acara Penyerahan Surat Rekomendasi Calon Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota 8 Kabupaten/Kota Jawa Barat, di Hotel Horison, Bandung, Minggu (30/8/2020).

Kepada para kandidat Pilkada, Taufik berpesan bahwa tidak mudah menjadi seorang pemimpin.
“Jadi pemimpin itu berat, karena harus mengemban amanah dari rakyat, dan amanah ini harus dipertanggungjawabkan di dunia da akhirat,” pesannya.

Ketua DPRD Jabar itu  meminta kepada para calon kepala daerah yang diusung Gerindra untuk serius dan bertanggungjawab dalam mengemban amanah rakyat.

“Untuk itu, sekali lagi saya meminta kepada para kesatria-kesatria ini agar jadilah pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab,” pintanya.

Terakhir, Taufik menyampaikan terima kasih kepada para panitia yang telah menyeleksi dengan ketat satria-satria dan srikandi-srikandi yang nantinya diterjunkan di arena kontestasi Pilkada serentak 2020.

“Selamat berjuang, saya yakin semua kontestan punya semangat mengabdi, bukan diabdi,” pungkas Taufik. (Supriyanto)